Jumat 16 April 2021, 06:19 WIB

Kakorlantas: Jalur Selatan Jawa Favorit Pemudik Hindari Penyekatan

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Kakorlantas: Jalur Selatan Jawa Favorit Pemudik Hindari Penyekatan

ANTARA FOTO/Raisan Al Faris
Anggota Brimob Polda Jabar menjaga arus mudik di Nagreg di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Jabar, Sabtu (23/5/2020).

 

JALUR selatan Jawa adalah jalur yang perlu diantisipasi karena merupakan jalur favorit para pemudik untuk menghindari pos penyekatan. Hal itu dikemukakan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono berdasarkan survey pos-pos penyekatan peniadaan mudik di jalur selatan dalam rangka operasi keselamatan

Istiono menyusuri jalur yang mendirikan pos-pos penyekatan dari Polres Cilacap, Polres Banjar, Polres Ciamis sampai Polres Cileunyi, Kamis (15/4).

"Ini jalur penting dari Tasikmalaya, Ciamis sampai Banjar lanjut Majenang. Kesiapan dari teman-teman kapolres Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar sudah all out, sudah bagus sekali dan tinggal sekarang memanage saja," papar Istiono.

Istiono memastikan kesiapan di jalur selatan telah siap untuk menyekat para pemudik pada tanggal 6-17 Mei 2021 nanti. Termasuk jalur tikus yang disiapkan.

"Jadi untuk larangan mudik lebaran tgl 6-17 sudah siap di titik-titik penyekatannya ini. Karena di Jawa Barat disiapkan 4 jalur yang harus diwaspadai yaitu jalur pantura, jalur tengah, jalur selatan, dan jalur-jalur selatan-sekatan lainnya termasuk jalur tikus," jelasnya.

Kakorlantas menekankan jajarannya berjaga selama 24 jam selama pemberlakuan peniadaan mudik 6-17 Mei 2021. Petugas nantinya berjaga bergantian termasuk di jalur tikus sekalipun.

"Kita all out 24 jam. Kita bagi 8 jam, 8 jam, 8 jam jadi tugas kita semua siap 24 jam penuh untuk menjaga pos. Ada 3 shift," tegasnya.

Pemberlakuan 3 Shift ini dilakukan untuk mencegah pengawasan aparat lengah dari para pemudik. Sebab, diyakini pemudik akan melakukan berbagai upaya untuk lolos dari penyekatan dari pos yang sudah dipersiapkan.

"Pos penyekatan ada 333 titik. Ini kita tambah dari hasil evaluasi tahun lalu yaitu 146 titik. Penambahan ini termasuk di jalur-jalur tikus ya," lanjut Istiono.

baca juga: Kepolisian Siap Awasi Jalur Tikus Mudik

Terkait sanksi, Istiono menegaskan sanksi diberlakukan bagi para pemudik hanya diputarbalikkan saja. Sebab, operasi keselamatan ini merupakan operasi yang mengedepankan humanis dan persuasif.

"Ya, sanksi operasi ini adalah operasi kemanusiaan jadi tindakan kita tetap persuasif humanis. Tindakan sanksi hukum hanya putar balik arah saja. Dan kita mengandalkan kesadaran masyarakat untuk tidak mudik," tuturnya.

Pemerintah menetapkan peniadaan mudik lebaran 2021 mulai 6-17 Mei. Aturan ini berlaku untuk ASN, TNI/POLRI, BUMN, pegawai swasta dan masyarakat umum. Menindaklanjuti itu, Korlantas Polri telah menyiapkan 333 titik penyekatan dari Lampung sampai Bali untuk menghalau masyarakat mudik lebaran. (OL-3)
 

Baca Juga

Dok.Humas

Era Entrepreneur Saatnya Anak Muda Berkarya

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 13:05 WIB
SEBAGAI anak muda harus partisipasi aktif dalam membangkitkan ekonomi di era...
MI/Andri Widiyanto

PTM SMA-SMK di Depok Bakal Ditunda Lagi

👤Kisar Rajagukguk 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 11:20 WIB
RENCANA pembelajaran tatap muka (PTM) bagi SMA-SMK di Kota Depok yang rencananya di mulai 19 Juli 2021 kemungkinan ditunda...
MI/Rudi Kurniawansyah

Vaksinasi Massal Zona 1 Kota Bekasi Diikuti 4 ribu Orang

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 09:05 WIB
PEMERINTAH Kota Bekasi menggelar vaksinasi massal yang diikuti sekitar 4.000 orang di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya