Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
INDIKATOR tata kelola pemerintahan daerah Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan pada 2020. Penurunan mencapai 15% jika dibandingkan pada 2019.
"Dari 91% pada 2019 menjadi hanya 76% pada 2020," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata di Balai Kota Jakarta, Senin (5/4).
Alex mengatakan ada tujuh area intervensi yang menjadi penilaian indikator tata kelola pemerintahan daerah yang dilirik KPK.
Baca juga: Rawan Banjir, DKI Bakal Bangun 40 Rumah Panggung di Kampung Melayu
Itu, kata dia, meliputi perencanaan dan penganggaran APBD; pengadaan barang dan jasa (PBJ); pelayanan terpadu satu pintu (PTSP); aparat pengawasan intern pemerintah (APIP); manajemen ASN; optimalisasi pajak daerah; dan manajemen aset atau barang milik daerah (BMD).
Dari tujuh itu, ada tiga indikator penilaian di DKI yang menurun. Penurunan tiga penilaian itu yang membuat indikator tata kelola pemerintahan daerah turun 15% pada 2020.
"Terdapat tiga area intervensi yang perlu mendapatkan perhatian Pemprov DKI, yakni PBJ, optimalisasi pajak daerah, dan manajemen aset daerah," ujar Alex.
Alex menyayangkan penurunan itu. Sebab, kata dia, wilayah Ibu Kota seharusnya mempunyai persentase yang tinggi dalam penilaian tata kelola pemerintahan daerah.
Alex juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) di DKI Jakarta segera memperbaiki penilaian tersebut. Terlebih, soal pengadaan barang dan jasa.
"Karena mayoritas kasus korupsi di pemerintah daerah berkaitan erat dengan pengadaan barang dan jasa," tutur Alex.
Selain itu, Alex juga meminta Pemprov DKI untuk menggencarkan penagihan utang pajak. Dia menyarankan penagihan utang dibantu stakeholder terkait agar bisa menjadi lebih galak.
Lalu, Alex juga meminta Pemprov DKI untuk segera melakukan sertifikasi aset yang dimilikinya. Saat ini, belum setengah aset yang dimiliki DKI Jakarta bersertifikat.
"Data KPK per 2020 menunjukkan, total aset tanah Pemprov DKI Jakarta mencapai 6.890 bidang. Jumlah tanah yang telah bersertifikat di awal 2020 sebanyak 3.368 bidang atau baru 48,88%," ucap Alex.
Alex meminta masalah sertifikasi aset segera dilakukan. Dia tidak ingin ada kasus dugaan korupsi yang serupa dengan pembelian lahan di Munjul, Jakarta Timur terulang lagi.
"KPK sangat berharap kejadian penyimpangan terkait masalah tanah tidak terjadi lagi di DKI Jakarta, seperti tanah di wilayah Cengkareng dan tanah milik Perusahaan Daerah (PD) Sarana Jaya," tegas Alex. (OL-1)
Budi mengatakan, KPK menyerahkan hasil penghitungan kerugian negara kepada auditor. KPK berharap hitungan kelar cepat untuk menyelesaikan kasus.
Budi enggan memerinci total uang yang dikumpulkan. Penerima aliran dananya juga dirahasiakan oleh KPK untuk menjaga kerahasiaan proses penyidikan.
Gus Alex diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnya dalam kasus ini. KPK enggan memerinci pihak-pihak di Kemenag yang dialiri uang oleh Gus Alex.
Ia mengaku tidak terkejut dengan pernyataan Noel yang menyebut ada upaya kriminalisasi terhadap dirinya.
Tuntutan ini merupakan upaya kontrol sosial agar negara tidak lalai dalam menjaga etika pejabat publik.
Tiga tersangka dalam kasus dugaan suap ijon proyek, yaitu Bupati nonaktif Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK) dan Bapaknya HM Kunang (HMK), dan pihak swasta Sarjan (SRJ).
Letaknya yang strategis di samping JIS menjadikannya salah satu titik potensial untuk pengembangan wisata urban di Jakarta Utara.
Menurut Pramono, dengan dukungan konektivitas tersebut, penyelenggaraan kegiatan berskala besar di JIS dan Ancol akan lebih mudah dijangkau masyarakat.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selaku pemegang saham mayoritas melakukan perubahan pada susunan Dewan Komisaris Transjakarta
Pemprov DKI Jakarta terapkan WFH dan PJJ akibat cuaca ekstrem Januari 2026. Simak durasi kebijakan dan aturan lengkap dari Gubernur Pramono Anung.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengimbau pekerja swasta dan aparatur sipil negara (ASN) di DKI Jakarta menerapkan work from home atau bekerja dari rumah akibat cuaca ekstrem yang melanda DKI
Dinas Bina Marga sebenarnya sudah mengenal dan mulai menggunakan material beton porus maupun aspal porus yang memiliki kemampuan menyerap air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved