Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Satu Tahun Pramono-Rano: Integrasi Transportasi Jadi Kunci Atasi Kemacetan Jakarta

Golda Eksa
08/2/2026 09:30
Satu Tahun Pramono-Rano: Integrasi Transportasi Jadi Kunci Atasi Kemacetan Jakarta
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim (ketiga dari kanan) menjadi narasumber dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (7/2) .(Ist)

MENGINJAK satu tahun masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, sistem transportasi publik di Jakarta dinilai mengalami lompatan signifikan. 

Melalui diskusi refleksi bertajuk 'Akselerasi Visi Pramono-Rano Menuju Kota Bebas Macet' yang digelar Jabodetabek Transport Community (JTC), Sabtu (7/2), terungkap bahwa integrasi moda dan teknologi menjadi tulang punggung perubahan wajah mobilitas Ibu Kota.

Transformasi Gaya Hidup
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim, menegaskan bahwa setahun terakhir fokus utama Pemprov DKI adalah mengubah pola pikir masyarakat. Salah satu instrumen yang digunakan adalah kebijakan penggunaan transportasi umum bagi ASN dan warga setiap Rabu.

"Kami ingin memaksa dalam arti positif agar transportasi umum menjadi gaya hidup. Fokus utama kita adalah transportasi berbasis rel (MRT dan LRT) sebagai tulang punggung, namun diperkuat dengan armada Trans-Jakarta dan Mikrotrans hingga ke depan pintu rumah warga," ujar Chico.

Lonjakan Penumpang Trans-Jakarta
Efektivitas kebijakan ini tecermin dari data operasional yang terus meroket. Direktur Utama Transportasi Jakarta (TJ) Welfizon Yuza, memaparkan bahwa pada 2025, pihaknya mencatat rekor baru dengan total 413 juta pelanggan atau tumbuh 11%.

"Integrasi adalah kuncinya. Dengan coverage area yang mencapai hampir 90%, Transjakarta kini bukan sekadar alat angkut, tapi sudah menjadi bagian dari lifestyle anak muda," tambahnya.

Kolaborasi Strategis dan Inovasi Digital
Masalah klasik first-mile dan last-mile (akses awal dan akhir perjalanan) kini dijembatani melalui kolaborasi dengan sektor swasta. VP Transport & Mobility Gojek, JB Hendra, menyebutkan integrasi aplikasi telah mempermudah warga dalam akses tiket bus Trans-Jakarta.

"Data kami menunjukkan hampir 45% perjalanan Gojek ditujukan ke stasiun atau halte. Penurunan tarif atau promo sebesar 1% saja di sisi kami mampu meningkatkan perpindahan penumpang ke Trans-Jakarta hingga 3,4%," ungkap JB Hendra.

Di sisi teknis, Pemprov DKI juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI  Ujang H menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas kini didukung oleh Intelligent Transport Control System (ITCS).

"Rencana besar kami mencakup pengembangan bus listrik hingga tahun 2030, perluasan layanan ke Kepulauan Seribu, serta pembangunan gedung parkir strategis seperti di kawasan Senopati untuk mengurai kemacetan di titik-titik krusial," jelas Ujang.

Transportasi Inklusif dan Manusiawi
Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Haris Muhammadun, menekankan bahwa seluruh kebijakan harus berbasis pada kebutuhan warga, termasuk kelompok disabilitas.

"Penyesuaian tarif yang terjangkau dan ketepatan waktu adalah alasan utama warga beralih. Kita tidak bisa mendesain layanan tanpa mendengar apa yang diinginkan penumpang," kata Haris.

Saat ini, tingkat penggunaan transportasi umum di Jakarta berada di angka 23,6%. Dengan komitmen pada aspek keamanan, kenyamanan, dan kemudahan akses, Jakarta terus bertransformasi menjadi kota dengan sistem mobilitas yang manusiawi, efisien, dan berkelanjutan. (P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya