Kamis 07 Januari 2021, 20:00 WIB

Punya Sabu, Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dituntut 10 Bulan Bui

Sumantri | Megapolitan
Punya Sabu, Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dituntut 10 Bulan Bui

ANTARA/Didik Suhartono
Sabu.

 

ANAK Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin berinisial Akm yang diduga terlibat dalam kasus kepemilikan narkotika jenis sabu, dituntut hukuman penjara selama 10 bulan. Dalam kasus tersebut yang bersangkutan terbukti melanggar Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penggunaan Narkotika.

Tuntutan itu juga ditujukan kepada dua temannya, yakni Sy dan MT. Satu temannya yang lain, DS, dituntut hukuman satu tahun penjara. Ini karena selain kedapatan menyimpan sabu seberat 0,31 gram di rumahnya, ia juga menyimpan ganja.

Jaksa penuntut umum (JPU) Adib dan Ghojali yang membacakan amar tuntutan secara bergantian mengatakan, terdakwa dituntut hukuman penjara selama sepuluh bulan karena terbukti memiliki dan menyimpan narkotika golongan 1 dengan tujuan dipakai secara bersama-sama.

Tuntutan itu lebih ringan dari dakwaan yang menjerat terdakwa dengan hukuman minimal 5 tahun penjara. Ini karena di dalam proses persidangan terdakwa tidak terbukti memjual atau sebagai perantara seperti yang dimaksud dalam Pasal 114 dan 122 UU Nomor 35 Tahun 2009.

"Terdakwa kami tuntut Pasal 127 karena mereka hanya membeli dengan tujuan memakai barang terlarang itu secara bersama-sama," kata Adib. Hal lain yang meringankan terdakwa, tambahnya, selain tidak berbelit-belit dalam persidangan, mereka juga belum pernah dihukum.

Mendengar tuntutan tersebut, Ketua Majelis Hakim R Aji Suryo menanyakan kepada keempat terdakwa. Mereka kemudian menyerahkan sepenuhnya tuntutan itu kepada kuasa hukum.

"Kami minta waktu satu minggu untuk melakukan pembelaan," kata kuasa hukum terdakwa, Sri Arfani, seusai persidangan. Namun demikian, tambahnya, tuntutan JPU tersebut dinilai tidak terlalu memberatkan ketimbang dakwaan sebelumnya yang menjerat terdakwa dengan hukuman minimal lima tahun penjara.

Kendati begitu, ungkap dia, pihaknya akan melakukan pembelaan agar hukuman kepada terdakwa lebih ringan dari tuntutan itu. "Kami beserta keluarga terdakwa berharap agar hukuman yang diberikan lebih ringan. Ya kalau bisa direhab," kata dia. (OL-14)

Baca Juga

Antara

Bonus Kurang, Banyak Ojol Setop Cari Order Saat Lebaran

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 14 Mei 2021, 19:35 WIB
Dia menyampaikan, pengurangan bonus bisa sampai 50% hingga 100% tergantung performa pengemudi...
Antara

Ngeyel Berziarah di TPU Tegal Alur, Warga Ricuh dengan Petugas

👤Rahmatul Fahjri 🕔Jumat 14 Mei 2021, 18:48 WIB
Beberapa warga bahkan terlihat anarkis dengan melempari gerbang TPU menggunakan...
Antara

Anies: Ada Potensi Lonjakan Kasus Covid-19 Setelah Libur Lebaran

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:04 WIB
Meski ada larangan mudik Lebaran, namun Anies tidak menampik terjadi pergerakan penduduk dalam jumlah besar. Diprediksi, 1,2 juta...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya