Senin 09 November 2020, 10:59 WIB

Polisi akan Periksa Konsultan Cleaning Service Kejagung

Siti Yona Hukmana | Megapolitan
Polisi akan Periksa Konsultan Cleaning Service Kejagung

ANTARA/Galih Pradipta
Pekerja memasang steger untuk merenovasi Gedung Utama Kejaksaan Agung, di Jakarta.

 

KEPOLISIAN terus mengusut kasus Kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Empat orang saksi akan diperiksa pada hari ini, Senin (9/11).

"Seorang konsultan pengawas cleaning service dan tiga orang pengawas cleaning service," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (9/11).

Keempat saksi itu, yakni Konsultan Pengawas Cleaning Service (petugas kebersihan), JS. Tiga lainnya AR, AS dan HS selaku pengawas cleaning service.

Baca juga: Penyebar Video Pornografi Bisa Dipidana

"AR juga merupakan pembeli minyak lobi. HS adalah orang kepercayaan saksi MAI, laki-laki peminjam bendera PT APM," ungkap jenderal bintang satu itu.

Kasus ini ditangani penyidik gabungan Dittipidum Bareskrim Polri, Krimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan. Selain memeriksa saksi, penyidik gabungan juga melakukan analisa dan evaluasi (anev) perkembangan penyidikan.

Polisi menetapkan delapan tersangka dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung. Mereka yakni, Direktur Utama PT APM, RS; Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung, NH; lima tukang, T; H; S; K; IS; dan mandor, UAM.

Sebelum menetapkan tersangka 0enyidik gabungan memeriksa 131 orang saksi. Sebanyak 64 saksi merupakan saksi kunci.

Yakni orang yang melihat, mendengar, dan mengetahui peristiwa kebakaran di Kejagung. Mereka meliputi petugas kebersihan, tukang, hingga pegawai Kejagung.

Penyidik juga memeriksa 10 saksi ahli. Keterangan saksi untuk memperkuat analisis pendapat dari penyidik.

Hasil penyidikan diketahui titik api berasal dari lantai 6 di Ruang Biro Kepegawaian. Sumber api dari bara rokok yang mengakibatkan terjadinya open flame atau api menyala terbuka.

Polisi memastikan rokok itu milik kelima tukang yang bekerja di lantai 6.

Mandor turut menjadi tersangka karena lalai dalam mengawasi para tukang.

Sementara itu, pejabat Kejagung NH lalai dalam penyediaan minyak lobi atau minyak pembersih merek Top Cleaner. NH tidak mengecek terlebih dahulu kandungan dari minyak pembersih tersebut sebelum digunakan petugas kebersihan.

Dampaknya, minyak yang mengandung fraksi solar itu memicu api menjalar cepat ke seluruh Gedung Utama Kejagung. Kebakaran itu menimbulkan kerugian hingga Rp1,2 triliun.

Sementara itu, RS menjadi tersangka karena memberikan barang yang tidak memiliki izin edar kepada Kejagung. Ahli kesehatan menyebut ada pelarangan penggunaan bahan berbahaya terhadap semua gedung.

RS mengaku bendera perusahaannya dipinjam dua orang, yakni MAI dan SAW. Dia mengungkap fakta itu saat menjalani pemeriksaan. Namun, polisi belum menjelaskan secara gamblang motif peminjaman bendera PT APM tersebut.

Kedelapan tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga lima tahun penjara. (OL-1)

Baca Juga

Antara/M.Risyal Hidayat

Pemprov DKI Pastikan ada Sanksi Tegas bagi Pelaku Pungli Bansos

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 19:15 WIB
untuk program bantuan sosial tunai (BST) disalurkan langsung ke penerima. Menggunakan dua mekanisme yakni, transfer dana lewat Bank DKI...
Antara/Aprillio Akbar.

Pendaftaran KJP Plus Tahap l Dibuka 15 Maret

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 18:45 WIB
Dana rutin dapat dipergunakan mulai 1-3 setiap bulan. Dana berkala dapat mulai digunakan untuk belanja keperluan sekolah pada libur akhir...
Mecom.id.

Polisi Tangkap Pencuri Ribuan Dolar di Pesanggarahan

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 17:45 WIB
IN total mencuri uang korban sebanyak US$7.100 dan SG$2.000 atau Rp115 juta. Sebagian uang itu telah dibelanjakan pelaku untuk memenuhi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya