Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi DKI Jakarta menilai target pendapatan daerah yang diusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) terlampau tinggi. Banggar menilai target Pendapatan harusnya dapat disesuikan dengan dinamika perekonomian yang kini terimbas pandemi covid-19.
Wakil Ketua Banggar DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, dalam draf Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rancangan APBD tahun anggaran 2021, Pemprov DKI mengusulkan pendapatan daerah sebesar Rp68,15 triliun. Angka itu naik 16,27% atau Rp11 triliun dari target pendapatan tahun ini.
“Tapi kita harus realistis, jangan menghayal. Kita mau pertanyakan ini target itu akan dicapai dari mana,” ujarnya.
Dalam rapat kerja, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) meyakini target pendapatan tersebut relevan mengingat sentimen positif pertumbuhan ekonomi Jakarta yang diprediksi akan melonjak sekitar 5,4% sampai 6,3% pada tahun 2021 mendatang.
Namun Taufik menyatakan, atas dampak pandemi justru perekonomian negara maupun di Ibukota masih jauh dari prediksi stabil. Itu dirujuk dari realisasi produk domestik regional bruto (PDRB) Ibukota pada kuartal II-2020 minus 8,22% year on year (yoy). Bahkan perekonomian saat ini menjadi yang terendah selama kurun waktu 10 tahun terakhir.
“Kami akan pertanyakan kok bisa pertumbuhan ekonominya diprediksi naik sampai 5%, padahal kondisinya lagi seperti ini, sedang minus, makanya harus jadi perhatian khusus bersama,” ungkapnya.
Dengan demikian, Taufik mengimbau kepada seluruh anggota Komisi untuk lebih detail dalam membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD tahun 2021.
“Nanti di rapat berikutnya harus kita dalami lagi semuanya secara terperinci,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Bappeda DKI Jakarta Nasrudin Djoko Surjono menjelaskan pertumbuhan ekonomi akan segera membaik melalui program pemulihan ketahanan perekonomian pasca covid-19.
“Perbaikan melalui pengembangan kewirausahaan, pelatihan kerja, serta peningkatan pelayanan administrasi perizinan usaha dan promosi penanaman modal,” tandasnya.
Dalam usulannya, Pemprov DKI Jakarta mengusulkan besaran Rancangan APBD dalam dokumen KUA-PPAS senilai Rp77,76 triliun yang terdiri dari Belanja Daerah Rp70,30 triliun dan Penyertaan Modal Daerah (PMD) Rp7,46 triliun.
Adapun Rencana Belanja Daerah yang diusulkan tersebut naik 16,39% dari tahun sebelumnya dengan rincian Belanja Operasi Rp57,04 triliun, Belanja Modal Rp7,8 triliun, Belanja Tidak Terduga Rp5 triliun, dan Belanja Transfer Rp450 miliar. (Hld/OL-09)
PADA peringatan hari lahir Partai Golongan Karya (Golkar) beberapa waktu lalu, Prabowo Subianto kembali mengemukakan pandangannya tentang sistem pemilihan kepala daerah (pilkada).
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
PKS tidak terjebak dalam logika biner antara pilkada langsung atau tidak langsung, melainkan mendorong adanya evaluasi yang berbasis data.
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Ia mengakui capaian tersebut masih jauh dari ketentuan ideal. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan porsi RTH Jakarta dapat mencapai 30% pada 2045.
Bapenda telah menelusuri faktor penyebab anjloknya penerimaan BPHTB.
Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Jakarta Nomor 44 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2026, anggaran subsidi untuk Transjakarta ditetapkan Rp3,75 triliun.
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved