Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA polisi, AJS, korban penganiayaan sekelompok orang saat unjukrasa UU Cipta Kerja di depan Hotel Paragon, Jakarta Barat, pada Kamis (8/10), saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan AJS menjalani masa pemulihan setelah mengalami luka di badan dan kepala.
"Korban sekarang masih dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, karena mengalami luka yang memang cukup berat. Mata terkena pukulan, punggung, bahu, dan dada kemudian di kepala. Karena memang pelaku melakukan pemukulan secara bersama-sama," kata Yusri, ketika konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (21/10).
Sebelumnya, AJS dikeroyok oleh sejumlah orang setelah mengamankan demo Omnibus Law. AJS yang sedang melintas di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat melihat ada perkelahian.
Baca juga : Aniaya Polisi, Dua Anak di Bawah Umur Tersangka
AJS lalu melerai perkelahian itu. Namun, niat baik itu justru menjadi bumerang bagi AJS. AJS malah menjadi sasaran dan dikeroyok oleh para pelaku.
Polisi telah menangkap tiga pelaku pengeroyokan itu, yang dua di antaranya masih di bawah umur, MRR (21), SD (18), dan MF (17). Polisi masih mengejar dua orang lainnya yang diduga juga terlibat dalam pengeroyokan itu.
Pelaku kemudian mengambil barang milik AJS, seperti telepon genggam, jam tangan, dan kartu anggota polisi. Pelaku kemudian menjual telepon genggam itu Rp2 juta ke penadah.
AJS yang selesai mengamankan aksi demo dan melintas di jalan tersebut berhenti untuk melerai perkelahian tersebut. Polisi juga turut menangkap tiga orang yang menjadi penadah itu.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP, dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Lalu, Pasal 170 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Kemudian, Pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (OL-2)
Penahanan Bahar bin Smith ditangguhkan setelah pengajuan dari kuasa hukum dan jaminan keluarga. Polisi memastikan proses hukum tetap profesional dan transparan.
BAHAN bin Smith ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Polisi ungkap peran Bahar bin Smith
DANIRIANSYAH, warga Dusun Mlaten, Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami penganiayaan oleh tiga orang tak dikenal selama perjalanan dalam mobil.
BAHAR bin Smith akan diperiksa polisi pada 4 Februari 2026 sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan oleh Polres Metro Tangerang Kota.
TERSANGKA kasus dugaan penganiayaan Bahar bin Smith akan diperiksa polisi pada 4 Februari 2026. Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan
TERSANGKA kasus dugaan penganiayaan Bahar bin Smith akan diperiksa polisi pada 4 Februari 2026.
Seperti diketahui bencana banjir Pekalongan yang telah merendam permukiman mereka selama hampir satu bulan hingga saat ini masih belum tertangani dengan baik.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak gentar menghadapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meski Iran tengah diguncang.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.
Komisi III DPR RI meluruskan berbagai narasi keliru soal KUHP baru, menegaskan pidana mati, pasal presiden, zina, hingga demo tetap dibatasi prinsip keadilan.
Revisi Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat terkait UMSK 2026 tidak menyelesaikan masalah mendasar.
Polri pastikan dua kerangka di Gedung ACC Kwitang adalah Reno dan Farhan. Hasil forensik: tewas akibat luka bakar tanpa tanda penganiayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved