Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sekaligus Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) bidang Moneter, Fiskal dan Kebijakan Publik, Hariyadi Sukamdani, menilai kebijakan kebijakan Gubernur DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terlalu tergesa-gesa.
"Kebijakan rem darurat ini juga punya satu masalah sendiri karena terlalu mendadak. Sehingga tergesa-gesa tidak mempertimbangkan segala masalahnya," kata Hariyadi saat dihubungi, Sabtu (12/9).
Hal itu juga dinilai tidak memikirkan dampak bagi pelaku usaha dan masyarakat karena perlahan pelaku usaha yang mulai bangkit kini tenggelam lagi karena adanya PSBB.
"Sehingga semuanya dipikir. lalu dihitung dampak ekonomi dan sosial kasihan orang yang hilang pekerjaan," ucap Hariyadi.
Hariyadi meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk bagaimana mendisiplinkan orang untuk melaksanakan prosedur tetap (Protap) protokol kesehatan.
Menurutnya, selama ini pemerintah tidak menjangkau semua dan disiplin masyarakat tidak terbangun sehingga Pemprov keluarkan lagi PSBB.
Jika PSBB terjadi terus menerus justru akan memperparah dari segi masyarakat seperti kehilangan pekerjaan, PHK atau dirumahkan sehingga resikonya sangat besar.
"Jika ngomong soal PSBB kan yang punya kuasa biasa tapi tidak menyelesaikan masalah. Jika berbicara sharing the pain atau berbagi beban, PSBB ini ditimpakan semua masalahnya ke masyarakat dan dunia usaha," jelasnya.
"Jadi poin saya jika hanya PSBB saja tidak ada tindakan preventif percuma. Mau dibuat 1.000 kali PSBB hasilnya akan tetap sama," imbuhnya.
Oleh karena itu asosiasi pengusaha tersebut ingin mengajak Pemprov terutama Gubernur DKI untuk membicarakan dan membuka komunikasi posisi pelaku usaha.
"Kalau dialog pemerintah seharusnya mendengarkan juga suara masyarakat. Prinsipnya yang waktunya terbatas Gubernur dan sekarang tergantung mau membuka komunikasi atau tidak. Jika dari asosiasi pasti mau bertemu dan menjelaskan posisi pelaku usaha bagaimana," pungkasnya. (OL-4)
Anies Baswedan kecam serangan ke basis pasukan perdamaian PBB yang menewaskan prajurit Indonesia dan mendesak dunia bertindak tegas.
PENGAMAT Komunikasi Politik menyebut peremuan Anies Baswedan dengan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di Cikeas bukan sekadar halalbihalal biasa
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membuka Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah yang berada di kawasan MH Thamrin.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menekankan pentingnya untuk menjalin silaturahmi antar tokoh politik bangsa.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved