Jumat 25 Juni 2021, 17:29 WIB

IDI: Situasi Covid-19 Terkini Sudah Penuhi Syarat Lakukan PSBB Total

Atalya Puspa | Humaniora
IDI: Situasi Covid-19 Terkini Sudah Penuhi Syarat Lakukan PSBB Total

MI / ADAM DWI
Karena penuhnya ruang perawatan, sejumlah pasien terindikasi Covid-19 di RSUD Kota Bekasi harus dirawat di tenda darurat bahkan di jalanan.

 

IKATAN Dokter Indonesia mendorong pemerintah untuk memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat. Hal itu dilakukan mengingat saat ini Indonesia tengah mengalami lonjakan kasus covid-19 yang parah hingga menyebabkan fasilitas kesehatan kewalahan untuk menangani pasien.

"Kami usulkan agar PSBB diperketat. Dengan kondisi saat ini sebenarnya sudah memenuhi syarat dilakukan PSBB, yaitu dari tingkat kematian yang tinggi, lonjakan kasus, dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, menunjukan angka-angka yang sangat tinggi. Dengan kondisi seperti ini tidak mungkin PSBB dilonggarkan. PSBB harus diberlakukan kalau kita ingin mengakhiri kondisi yang saat ini terjadi," kata Ketua IDI Jawa Barat Eka Mulyana dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, Jumat (25/6).

Ia menyatakan, untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan. Semestinya, kata Eka, Indonesia belajar dari negara-negara lain yang telah sukses menangani pandemi.

Baca juga: Jokowi Sidak PPKM Mikro di Kawasan Cempaka Putih

"Situasi sekarang yang pasti kita lihat diberlakukan pengetatan di jalan umum, tempat umum, resto, dan sebagainya. Namun yang kita lihat kontras di faskes dan RS. Pasien membludak di depan IGD itu bahkan ada yang sampai beberapa hari dirawat di IGD karena tidak bisa masuk dan tidak mendapatkan ruang rawat," ungkap Eka.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Terpilih Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi mengakui bahwa saat ini RS khususnya di wilayah Jawa sedang dalam keadaan kritis. Untuk itu, semua pihak perlu berfokus memutus rantai penularan covid-19 dari sisi hulu.

Ia menyatakan, apabila pemerintah hanya berfokus pada penanganan di sisi hilir, seperti menambah kapasitas RS, alkes, dan dokter, maka ada satu titik dimana penanganan covid-19 mengalami kondisi chaos dan bahkan fasilitas kesehatan bisa saja kolaps.

"Perlu sebuah upaya intervensi hulu sehingga memberikan ruang bagi faskes untuk memberikan pelayanan saat ini tanpa kemudian diberikan tambahan beban pasien yang makin banyak lagi. Intervensi hulu dilakukan dengan baik, masyarakat patuh prokes, termasuk kesadaran vaksin sehingga upaya ini dilakukan secara sinergi oleh semua pihak," tegasnya. (OL-4)

Baca Juga

MI/Ardi T H

UGM Luncurkan Beasiswa Dato Dr. Low Tuck Kwong-PYC

👤Ardi T Hardi 🕔Minggu 19 September 2021, 07:20 WIB
 DARI donasi Dato Dr.Low Tuck Kwong Rp50 miliar sebagai dana Abadi untuk dikelola UGM agar dapat memberikan beasiswa bagi mahasiswa...
Antara

Nilai Literasi Digital Indonesia 3,47 Poin, Ini Artinya

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 19 September 2021, 07:00 WIB
Indonesia mencatatkan nilai literasi digital 3,47 dari skala 1-4 atau...
Dok. Pribadi

Sekolah Diminta Optimalkan TIK dalam Pembelajaran

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 19 September 2021, 01:43 WIB
Selain untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, TIK dapat dioptimalkan untuk menciptakan manajemen sekolah yang efektif dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya