Rabu 09 September 2020, 16:50 WIB

Pengusaha Parkir Minta Kenaikan Pajak Parkir Ditunda

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pengusaha Parkir Minta Kenaikan Pajak Parkir Ditunda

Antara/Angga Budhiyanto
Pengunjung mengambil tiket parkir untuk masuk ke kawasan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta

 

Kemarin, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta mengesahkan revisi Peraturan Daerah (Perda) No. 16 tahun 2010 tentang Pajak Parkir. Berdasarkan perda tersebut, Pemprov DKI menaikkan pajak parkir dari 20% menjadi 30%.

Sekjen Indonesia Parking Association M. Wahyu B. Ramadhan meminta penerapan kenaikan pajak itu ditunda sementara. Wahyu menegaskan bahwa dia bukan tidak mendukung kenaikan pajak parkir untuk menggenjot kenaikan APBD DKI.

Namun, menurutnya, kenaikan pajak parkir harus diiringi dengan kenaikan tarif parkir agar tidak merugikan pengusaha. "Padahal sampai saat ini, kenaikan tarif parkir belum juga dibahas," ujar Wahyu, Rabu (9/9).

Kami, imbuhnya, sudah bersurat ke gubernur. "Dan tembusan ke Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar ini dibicarakan dulu sebelum benar-benar akan diterapkan," ucap Wahyu.

Baca juga: Takut Diproses Hukum Jadi Alasan Prada MI Sebar Hoaks

Menurutnya, jika kebijakan itu diterapkan, pendapatan yang sudah menurun karena pandemi covid-19 bisa makin parah.

Wahyu berpendapat selain opsi menunda kenaikan pajak parkir, hal lain yang bisa ia tempuh untuk sedikit mengurangi beban pembiayaan akibat kenaikan pajak saat tarif belum dinaikkan adalah berdiskusi dengan pemilik lahan.

Bisnis parkir pada umumnya adalah kerja sama dua pihak, yakni pengelola parkir dan pemilik lahan atau gedung.

"Jadi, kita bisa bernegosiasi untuk menunda bagi hasil dari pengelolaan parkir. Tapi itu pun kalau pemilik lahannya mau," terangnya.

Di sisi lain, jika kenaikan pajak terus diberlakukan tanpa kenaikan tarif parkir, ia khawatir perusahaan bisa bangkrut.

"Efeknya ada PHK massal dan pemilik lahan harus mengelola parkirnya sendiri," jelas Wahyu. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA/ Fakhri Hermansyah

Tes Acak di Pos Penyekatan Tol Cikampek, 72 Reaktif Covid-19

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja, Hilda Julaika 🕔Senin 17 Mei 2021, 05:20 WIB
Sebanyak 13.675 orang yang memasuki wilayah Jabodetabek sudah dilakukan tes antigen dengan 72 di antara mereka reaktif...
Antara/Adiwinata Solihin

Wisata Ke Kepulauan Seribu Dihentikan Sementara

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 16 Mei 2021, 22:45 WIB
Penghentian sementara kapal ke Kepulauan Seribu sebagai upaya penerapan protokol kesehatan, demi mencegah penyebaran...
Antara/Fauzan

Polsek Tambora Siapkan 400 Alat Swab Antigen untuk Pemudik

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 16 Mei 2021, 22:00 WIB
Kapolsek Tambora, Kompol M. Faruk Rozi mengatakan, dari data yang diperoleh, terdapat  110 warga yang melakukan mudik...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya