Jumat 21 Agustus 2020, 06:11 WIB

Karaoke Venesia Beroperasi Sejak PSBB masih Diberlakukan

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Karaoke Venesia Beroperasi Sejak PSBB masih Diberlakukan

Antara
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo (kanan) menggerebek karaoke eksekutif Venesia di Serpong, Tangsel, Rabu (19/8/2020)

 

DILARANGNYA tempat karaoke atau bar beroperasi di tengah pandemi korona nyatanya tak membuat Venesia BSD Karaoke Executive di Jalan Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten tutup.Terhitung  sejak Juli 2020 tempat karaoke tersebut sudah buka untuk umum. Hal itu jelas melanggar peraturan Pemerintah Kota Tangsel yang masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat itu.

"Berdasarkan penyelidikan mulai bulan Juli beroperasi," ucap Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Besar Polisi Dicky Patria Negara, Kamis (20/8).

Polisi mengklaim ketidaktahuan Venesia buka sejak Juli dikarenakan Venesia tidak terang-terangan alias kucing-kucingan agar tidak ketahuan telah beroperasi kembali. Pihak manajemen Venesia mematikan lampu depan untuk mengelabui aparat.

"Tetapi bisa dikatakan tidak terang-terangan karena mengcover lampu depan mati semua. Terkesan tutup, tapi ada aktivitas," papar Dicky.

Dicky menyebut apa yang dilakukan Venesia melanggar serta tidak mentaati perintah dari pemerintah pusat dan Pemkot setempat. Ia pun menegaskan kepada semua pihak yang memiliki usaha sejenis untuk menghargai pemerintah selama memang belum diizinkan beroperasi karena pandemi.

"Tentunya mereka tidak memiliki send of crisis. Tentunya ini perintah Presiden dan ada Perda masih PSBB," ungkapnya.

Seperti diketahui, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri bersama TNI Pomdam Jaya menggerebek Venesia BSD Karaoke Executive di Jalan Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada Rabu (19/8). Polisi pun mengamankan barang bukti berupa kondom dan ditemukan bukti-bukti adanya praktik prostitusi.

"Barang bukti yang diamankan berupa 12 kotak alat kontrasepsi merek Durex, 14 baju kimono Jepang sebagai kostum pekerja," ujar Kasubdit 3 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim, Kombes John W Hutagalung.

baca juga: Polri Gerebek Prostitusi Berkedok Tempat Karaoke di Serpong

Adapun Tim Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim pun mengamankan 13 orang, yang terbagi dari 4 orang sebagai Papi (muncikari), 3 orang sebagai Mami (muncikari), 3 orang sebagai kasir, 1 orang sebagai manager operasional, 1 orang sebagai General Manager, dan 1 orang sebagai supervisor. (OL-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Kali Pesanggrahan Meluap, Enam RT di Jaksel Banjir

👤Selamat Saragih 🕔Senin 17 Mei 2021, 19:30 WIB
Adapun permukiman yang terendam air merupakan dataran rendah yang dekat dengan bantaran Kali...
ANTARA/Aprillio Akbar

BKD DKI Sebut tak ada ASN DKI Langgar Peraturan Mudik

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 17 Mei 2021, 19:22 WIB
Sejauh ini menurutnya, para ASN mematuhi edaran yang diterbitkan untuk tidak melakukan mudik guna mencegah penularan virus...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Rizieq Shihab Dituntut 10 Bulan Penjara

👤Antara 🕔Senin 17 Mei 2021, 19:05 WIB
Hal yang memberatkan terdakwa Rizieq Shihab seperti tidak mendukung program pemerintah dalam percepatan pencegahan COVID-19 bahkan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya