Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap seorang oknum guru SD di Rawa Buntu, Serpong, Tangsel berinisial YP, 55. Ia diduga mencabuli belasan muridnya.
"Kami lakukan pemeriksaan secara berkala, kita sudah amankan pelakunya. Pelaku kami amankan di rumahnya di wilayah Ciputat," ujar Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, Selasa (20/1).
Tim Kepolisian, ujar dia, bertindak setelah adanya laporan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap belasan anak pada Senin, (19/1). Kemudian, penyidik menangkap pelaku.
Berdasarkan laporan yang masuk, Wira menyebut jumlah korban ada sembilan siswa. Namun, setelah pemeriksaan dan pendalaman, diketahui korbannya mencapai 16 orang.
"Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 16 saksi, di mana ada 8 korban, kemudian 8 orang lainnya terdiri atas orang tua korban, pihak sekolah maupun dari pihak UPTD PPA," papar dia.
Orangtua anak yang diduga menjadi korban melaporkan YP ke polisi. Wira menyebut modus yang digunakan terduga pelaku yakni oknum itu melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur di lingkungan sekolah.
Adapun periodenya diduga pada 2023 hingga Januari 2026. Polisi masih melakukan pemeriksaan sementara.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Tangsel, Tri Purwanto mengatakan ada 13 orang tua murid yang datang melapor terkait kasus yang menimpa anak mereka.
Setelah proses klarifikasi, sembilan orangtua memutuskan untuk melapor ke Polres Tangsel. (Ant/H-4)
Polres Tangsel menangkap seorang oknum guru SD di Rawa Buntu, Serpong, berinisial YP, 55, Berikut fakta-fakta kasus oknum guru cabuli belasan murid di Tangsel
Seorang pria lansia berinisial OC, 77 tahun, warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diamankan oleh anggota Kepolisian setelah diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap sesama lansia.
Kasus pencabulan anak di Jakarta Selatan menjadi sorotan publik. Berikut adalah 5 fakta penting yang perlu diketahui, termasuk kronologi, bukti, dan penanganan korban.
Sepuluh anak korban pencabulan oleh guru ngaji bernama Ahmad Fadhillah di Tebet, Jakarta Selatan, seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Mereka berusia 9 hingga 12 tahun.
SEORANG guru ngaji di Tebet, Jakarta Selatan ditangkap oleh kepolisian terkait kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Polres Tangsel menangkap seorang oknum guru SD di Rawa Buntu, Serpong, berinisial YP, 55, Berikut fakta-fakta kasus oknum guru cabuli belasan murid di Tangsel
POLRES Tangerang Selatan atau Tangsel memeriksa enam saksi setelah seorang siswa yang diduga menjadi korban perundungan atau bullying di SMPN 19 Tangsel, Banten, meninggal dunia
Polres Tangsel memberikan santunan kepada anak yatim, serta menyerahkan paket sembako dan helm kepada para pengemudi ojek online.
Victor menambahkan, pencegahan tawuran dan penyalahgunaan narkoba dilakukan melalui Program CETAR (Cegah Tawuran Antar Pelajar).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved