Rabu 29 Juli 2020, 07:24 WIB

Ditemukan Kasus Covid-19, Gedung DPRD DKI Ditutup Lima Hari

Basuki Eka Purnama | Megapolitan
Ditemukan Kasus Covid-19, Gedung DPRD DKI Ditutup Lima Hari

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Suasana di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/7).

 

GEDUNG DPRD DKI Jakarta ditutup selama lima hari mulai Rabu (29/7) sampai Minggu (2/8) karena ditemukan kasus positif covid-19 pada anggota dewan, staf Sekretariat DPRD, dan Petugas Jasa Layanan Perorangan (PJLP) Sekretariat DPRD.

Hal tersebut dipastikan dengan adanya surat pemberitahuan penutupan yang ditandatangani Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi kepada pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta. Isinya akan ada sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

"Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan dalam rangka melaksanakan protokol kesehatan, gedung DPRD DKI Jakarta akan diadakan penutupan kantor dan penyemprotan disinfektan," kata Prasetio dalam surat yang diterima di Jakarta, Selasa (28/7) malam.

Baca juga: Disnaker DKI Tuding Perkantoran tidak Jalankan Protokol Covid-19

Dalam surat itu, Prasetio juga meminta agar kegiatan kerja dan aktivitas di DPRD DKI Jakarta dan Sekretariat DPRD DKI Jakarta untuk sementara dihentikan selama lima hari.

"Terhadap kegiatan-kegiatan kerja dan aktivitas DPRD DKI Jakarta akan dimulai kembali terhitung pada Senin (3/8). Terhadap kegiatan-kegiatan yang sudah terjadwal akan dijadwalkan kembali melalui rapat Badan Musyawarah (Bamus)," ujarnya.

Selain dibagikan kepada pimpinan DPRD dan anggota DPRD DKI, surat tersebut juga ditembuskan kepada Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Asisten Pemerintahan DKI, Inspektur DKI Jakarta, Kepala BKD DKI, Kepala Dinas Kesehatan DKI, dan Plt Sekretaris DPRD DKI.

Saat dikonfirmasi, Prasetio menyebut bahwa saat ini satu anggota DPRD DKI Jakarta dan satu PNS Sekretariat DPRD DKI menjalani isolasi di Rumah
Sakit (RS).

Prasetio menduga pasien yang dipastikan terpapar kasus covid-19 dengan dilakukan tes usap (swab test mandiri) ini, tertular tidak di Gedung DPRD mengingat banyaknya intensitas bertemu masyarakat.

"Ke depannya, kantor ditutup sementara sampai Senin, mau disemprot disinfektan. Lalu nanti per fraksi akan swab, termasuk saya, karena belakangan banyak aktivitas di kantor," kata Prasetio.

Sebelumnya, Gedung lama DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, ditutup dan disterilisasi selama tiga hari pada Senin (13/7) sampai Rabu (15/7) menyusul informasi ada staf di gedung wakil rakyat tersebut terpapar covid-19.

Disteriliasi, kemarin sudah didisinfeksi karena banyaknya tamu dan kunjungan dari luar. Ini untuk antisipasi saja," kata Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz saat dihubungi di Jakarta, Selasa (14/7). (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/Kisar Rajagukguk

Ada 100 Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Per Hari di Jakarta

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 25 Januari 2021, 16:02 WIB
Dua TPU yang dialokasikan khusus untuk kebijakan itu ialah Pondok Ranggon dan Tegal Alur yang masih menyisakan banyak...
Antara/Indrianto Eko

Jam Operasional Mal Ditambah, Wagub DKI: Ada Permintaan Pengusaha

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 25 Januari 2021, 16:00 WIB
Pada masa perpanjangan kebijakan PPKM, jam operasional pusat perbelanjaan dan restoran ditambah menjadi pukul 20.00 WIB. Adapun sebelumnya...
Antara

Simak, ini Empat Layanan Kesehatan Gratis di DKI

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:35 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menyampaikan tujuan pemberian Jaminan Kesehatan untuk warga Ibu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya