Jumat 10 Juli 2020, 14:34 WIB

Kantong Plastik Dilarang, DKI Belum Terapkan Sanksi

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Kantong Plastik Dilarang, DKI Belum Terapkan Sanksi

Antara/Puspa Perwitasari
Petugas Mal Grand Indonesia mensosialisasikan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan.

 

DINAS Lingkungan Hidup DKI Jakarta belum menentukan sanksi kepada pelanggar Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kantung Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) Di Pusat Perbelanjaan, Pasar dan Toko Swalayan.

Pusat belanja, pasar dan supermarket yang ketahuan masih menyediakan kantung plastik untuk pembeli, akan diberikan pembinaan.

"Masih pembinaan. Bulan ini ditemukan melanggar, kita beri pembinaan dan kesempatan. Namun, bulan depan ditemukan melanggar lagi, kita beri sanksi peringatan pertama," ujar Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI, Yogi Ikhwan, saat dikonfirmasi, Jumat (10/7).

Baca juga: Larang Kantong Plastik, Anies Ingin Jakarta Kian Ramah Lingkungan

Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan pengawasan rutin. Jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup di lima wilayah administrasi dan satu kabupaten, bersama aparat pemerintah kota, kecamatan dan kelurahan, juga terlibat dalam pengawasan implementasi aturan.

"Ada pengawasan aktif seperti kita sidak dan ada pengawasan pasif, yakni pengelola melampirkan bukti mereka telah taat," imbuh Yogi.

Pergub Nomor 142 Tahun 2019 resmi diberlakukan per 1 Juli, setelah sosialisasi selama enam bulan. Aturan itu mencakup larangan terhadap pusat perbelanjaan, pasar, dan supermarket untuk menyediakan kantung belanja berbahan plastik.

Baca juga: Larangan Kantong Plastik Diharapkan Tekan Volume Sampah Jakarta

Pemilik usaha diwajibkan menjual kantung belanja ramah lingkungan. Serta, mewajibkan pembeli menggunakan kantung belanja khusus sebagai pengganti kantung berbahan plastik.

Sanksi bagi pelanggar dilakukan secara bertahap, mulai dari peringatan pertama hingga ketiga, denda paksa berkisar Rp 5-25 juta dan pencabutan izin usaha. Tercatat, 2.194 lokasi yang telah disidak petugas. Rinciannya, wilayah Jakarta Barat 174 lokasi, Jakarta Utara 248 lokasi, Jakarta Timur 763 lokasi, Jakarta Selatan 375 lokasi dan Jakarta Pusat 252 lokasi.(OL-11)

 

 

Baca Juga

Antara

Halau Pemudik, Polda Metro Turunkan Personel Tambahan di Bekasi

👤Ant 🕔Selasa 11 Mei 2021, 02:10 WIB
Selain menambah personel, petugas juga mendirikan pos penyekatan baru tidak jauh dari lokasi penyekatan eksis guna menghalau kepadatan...
Antara

Anies: Jangan Halal Bihalal, Baik di Rumah atau Kantor

👤Selamat Saragih dan Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 10 Mei 2021, 20:05 WIB
Anies meminta agar acara kunjungan dilakukan secara virtual sampai dengan akhir bulan Syawal atau sebulan ke depan sejak Hari Raya Idul...
Dok kejagung

Kejagung Gelar Pasar Murah Virtual Khusus Pengemudi Ojol

👤RO/Micom 🕔Senin 10 Mei 2021, 19:11 WIB
Kegiatan ini untuk menunjang gerakan penerintah 'Jangan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Transformasi Kota Tua

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta bergandengan tangan bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya