Selasa 07 Januari 2020, 17:15 WIB

Larangan Kantong Plastik Diharapkan Tekan Volume Sampah Jakarta

Antara | Humaniora
Larangan Kantong Plastik Diharapkan Tekan Volume Sampah Jakarta

MI/Arya Manggala
Kebijakan kantong plastik berbayar di ritel

 

ATURAN  penyediaan kantong ramah lingkungan yang melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai diharapkan dapat menekan volume sampah plastik sebesar 14% dari seluruh jumlah sampah di Jakarta.

"14% dari sampah kita kan plastik, itu masuk ke kali, paling banyak itu sampah plastik sekali pakai, yang kita ingin kurangin itu. Belanja cuma sebentar gitu pakai kantong, kalau itu bisa dikurangi bisa signifikan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih, di Jakarta, Selasa (7/1).

Baca juga: 1 Juli, Larangan Plastik Sekali Pakai di Jakarta Mulai Berlaku

Oleh karena itu, Andono berharap dengan adanya larangan penggunaan kantong sekali pakai berbahan dasar plastik maka masyarakat semakin sadar untuk membawa kantong ramah lingkungan yang dapat digunakan berkali- kali.

"Alternatifnya pakai kantong belanja ramah lingkungan. Itu bisa gunakan berulang, bahannya macem-macem, daun kering atau kertas. Bisa dipakai ulang intinya, kita bawa kantong sendiri," kata Andono.

Selain mengharapkan masyarakat untuk menggunakan kantong ramah lingkungan, Andono mengatakan para pengelola pusat perbelanjaan diwajibkan untuk menyediakan kantong- kantong ramah lingkungan sehingga masyarakat tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai. "Nanti wajib disediakan oleh pengelola, tapi tidak diberikan gratis ya," kata Andono.

Meski demikian terjadi larangan, ada sedikit pengecualian terhadap kantong kemasan plastik sekali pakai yang masih diperbolehkan untuk mewadahi bahan pangan yang belum terselubung kemasan apapun.

Diharapkan dengan dikeluarkannya aturan ini dapat mengurangi jumlah sampah plastik karena mengharuskan masyarakat memiliki kantong ramah lingkungan untuk berbelanja.

Baca juga: Rusak Berat, Dua Puskesmas di Bekasi Tetap Beri Layanan

Pergub 142/2019 merupakan aturan yang mengatur para pengelola pasar baik swalayan maupun tradiosional untuk menyediakan kantong ramah lingkungan dan menghindari penggunaan kantong sekali pakai berbahan dasar plastik.

Aturan tersebut berlaku sejak 31 Desember 2019 setelah diundangkan oleh Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta. (Ant/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More