Rabu 19 Agustus 2020, 16:28 WIB

Larangan Kantung Plastik Masih Jauh Panggang Dari Api

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Larangan Kantung Plastik Masih Jauh Panggang Dari Api

Ilustrasi
Kantong plastik

 

PEMPROV DKI Jakarta resmi melarang pemakaian kantung belanja berbahan plastik dan mewajibkan pemakaian kantung belanja ramah lingkungan (KBRL) pada 1 Juli lalu sesuai Peraturan Gubernur No 142 tahun 2019.

Namun, implementasi kebijakan itu menurut Ketua DPW DKI Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Miftahudin masih jauh panggang dari api.

"Kewajiban KBRL sesuai pergub 142 tahun 2019 kami menilai masih jauh dari harap. Ketersediannya masih sangat kurang," kata Miftahudin saat dihubungi mediaindonesia.com, Rabu (19/8).

Maka menurutnya, pengganti kantong plastik ini seharusnya dibarengi dengan ketersedian barang yang mudah dijangkau para pedagang maupun pembeli

"Kita Ikappi selain itu selalu berulang-kali kami kritisi bahwa perlu ditinjau kembali pergub ini lantaran minimnya edukasi dan sosialisasi ke pasar-pasar yang ada di DKI," tegasnya.

Baca juga : Awasi Jaringan Utilitas, Dinas Bina Marga Kukuhkan Satgas

Seharusnya Pemprov DKI dapat mengatasi masalah tanpa menimbulkan masalah baru. Niatan baik untuk mengurangi pemakaian kantong plastik yang tak ramah lingkungan harus dibarengi dengan ketersediaan pengganti khususunya di pasar-pasar di Jakarta.

"Di bab IV pembinaan dan pengawasan pasal 16 dan 17 pergub tersebut yang dilakukan oleh Pemda tidak berjalan baik di lapangan. Pantauan kami di lapangan seminggu terakhir ini contoh di Pasar Kramat Jati dan Pasar Minggu banyak pedagang yang mengeluh dan adanya pergub ini yang dinilai kawan-kawan pedagang minim sosialisasi," imbuhnya.

Terakhir, Miftahudin berpendapat dalam hal ini Perumda Pasar Jaya kurang proaktif dalan hal edukasi dan sosialisasi pergub tersebut. Imbasnya adalah kesulitan teman-teman pedagang dalam menjamin adanya KRBL.

"Pemprov seharusnya lebih sensitif dalam mengeluarkan regulasi. Apalagi di tengah pandemi yang masih berlangsung. Efek domino ini bukan berimbas hanya ke para pedagang yang ditakut-takuti dengan sejumlah denda. Kita juga harus melihat kesanggupan kawan-kawan produsen kantung belanja yang ada di Jakarta," pungkasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/Susanto

Usai Libur Lebaran, Pusat Perbelanjaan Terpantau Sepi Pengunjung

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 17 Mei 2021, 21:49 WIB
"Wah, hari Minggu kemarin ramai banget. Puncaknya itu. Ditambah di sini masih ada promo-promo jadi orang pada antre," kata...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Kali Pesanggrahan Meluap, Enam RT di Jaksel Banjir

👤Selamat Saragih 🕔Senin 17 Mei 2021, 19:30 WIB
Adapun permukiman yang terendam air merupakan dataran rendah yang dekat dengan bantaran Kali...
ANTARA/Aprillio Akbar

BKD DKI Sebut tak ada ASN DKI Langgar Peraturan Mudik

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 17 Mei 2021, 19:22 WIB
Sejauh ini menurutnya, para ASN mematuhi edaran yang diterbitkan untuk tidak melakukan mudik guna mencegah penularan virus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya