Sabtu 27 Juni 2020, 19:25 WIB

Dirayu Kerja Enak, Tujuh Anak Jadi Korban Prostitusi Daring

Tri Subarkah | Megapolitan
Dirayu Kerja Enak, Tujuh Anak Jadi Korban Prostitusi Daring

MI/Seno
Ilustrasi prostitusi daring/onlen

 

POLSEK Koja Jakarta Utara berhasil membongkar kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Menurut Kapolsek Koja Kompol Cahyo, sebanyak tujuh anak menjadi korban prostitusi daring

"Korban ada tujuh orang dan hampir seluruhnya anak di bawah umur. Umurnya ada yang 15 sampai 17 tahun. Anak-anak ini berasal dari Cianjur dan memang direkrut, ditampung di salah satu tempat kos yang disediakan oleh para pelaku ini di daerah Jakarta Utara," kata Cahyo di Mapolsek Koja, Sabtu (27/6/).

Menurut Cahyo, pihaknya telah menangkap tiga orang yang berperan sebagai penyedia layanan prostitusi tersebut. Ketiganya antara lain Dea Noviawanti, Kamera Nurkolis, dan Suryadi. Dua nama yang disebutkan pertama bahkan berstatus suami isteri.

Para tersangka telah menjalankan bisnis haramnya sejak enam bulan terakhir, dengan menjajakan korbannya secara daring melalui aplikasi pesan singkat. Cahyo menyebut dalam sekali transaksi, korban dijual dengan harga antara Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Para korban, lanjutnya, mendapat Rp100 ribu sampai Rp150 ribu.

Baca Juga:  Praktik Prostitusi di Apartemen Terbongkar

"Keuntungan untuk sekali transaksi Rp100 ribu bagi tersangka ini. Terus untuk korban juga sekitar dapat Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Jadi mereka itu dijual sekali transaksi bisa Rp300 ribu harganya ya," papar Cahyo.

Dijelaskan Cahyo, ketiga pelaku datang ke Cianjur secara langsung guna merekrut para korban. Mereka diiming-imingi bekerja di sebuah restoran yang ada di Jakarta. Para tersangka mengajak ketujuh korbannya tanpa seizin orang tua.

Pihak kepolisian sampai saat ini masih menyelidiki kemungkinan jaringan yang dimiliki tersangka di Cianjur dalam perekrutan anak-anak tersebut sebagai pekerja seks komersial.

"Kita sekarang masih tahap penyidikan lanjutan ya. Kebetulan kami belum ke Cianjur untuk melakukan penyelidikan sampai sana tentang bagaimana cara mereka merekrut. Yang kita dapati mereka dapat para korban ini dari Cianjur dan semuanya putus sekolah," terang Cahyo.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 Undang-undang No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Perdagangan Orang dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. (OL-13)

Baca Juga: Hukum Berat Pelaku Prostitusi Anak

Baca Juga: Prostitusi Anak Terungkap, Apartemen Kalibata akan Diawasi Ketat

Baca Juga

Dok.MI

Anies: Manfaat Formula-e Tidak Hanya untuk Jakarta, Juga Indonesia

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 18:11 WIB
Anies Baswedan berharap dengan diputuskannya Ibu Kota menjadi tuan rumah balapan mobil listrik itu dapat bermanfaat bagi Jakarta dan...
Dok.MI/Instagram

Polisi Periksa Rachel Vennya Kamis Minggu Depan

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 16:28 WIB
Selebgram Rachel Vennya diketahui kabur saat menjalani karantina di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet usai berlibur dari luar...
Ilustrasi

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Crane Rubuh di Proyek PDAM Depok

👤Kisar Rajaguguk 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 16:17 WIB
Dalam insiden itu ada tiga orang yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya