Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menyatakan rencana pemerintah untuk melonggrkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan memperbolehkan masyarakat dibawah 45 tahun untuk bekerja merupakan kekonyolan.
“Jadi ini kan konyol. Orang yang berusia di bawah 45 tahun punya daya tahan yang lebih baik, kemudian dia bergaul dengan masyarakat banyak diluar, mereka pulang bertemu dengan ibunya yang sudah tua dan bertemu saudaranya yang sudah tua, ya ditularkan lah oleh dia itu ke orang-orang yang rentan di rumahnya,” kata Faisal dalam kuliah umum ISPE Lecture secara online, Senin (18/5)
Ia mengatakan kebijakan itu harusnya dirumuskan berdasarkan keilmuan dan data yang akurat, terlebih saaat ini kurva kasus Covid-19 di Indonesia masih fluktuatif bahkan jumlah orang yang positif teridap covid-19 bertambah setiap harinya.
Pada kemarin saja terdapat 489 kasus baru menjadi 17.514 kasus dengan kematian bertambah 59 orang menjadi 1.148 jiwa.
Ia mengatakan jika tren kasus aktif turun secara konsisten maka pelonggaran bisa dilakukan namun tetap harus dilakukan dengan hati-hati.
“Setidaknya seminggu tapi bagusnya dua minggu turun terus, ayo kita lawan pandemi ini dengan melakukan tes semaksimal mungkin," kata Faisal.
Ia juga mengatakan perlu dilakukan tes untuk mengetahui kondisi yang sesungguhnya. "Lawan pandemi ini dengan melakukan tes semaksimal mungkin, tes supaya kita tau kondisinya seperti apa, sudah tes, tracing, tracking baru treatment, ini kan engga bisa dilongkap," ungkapnya.
Fasisal pun berharap Presiden Joko Widodo bisa menangani pandemi covid-19 ini dengan maksimal dengan cara menunjuk satu komandan. "Kita tidak punya komandan perang karena setiap orang punya komando sendiri untuk menghadapi musuh. Kita akan kalah makanya komandan harus jelas. Pak jokowi tolong tunjuk komandan yang beneran komanadan agar yang lain tutup mulut," pungkasnya. (OL-4)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved