Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat masih terus melakukan razia untuk menertibkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berkeliaran di jalan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Menurut Kepala Suku Dinas Sosial (Kasudinsos) Jakarta Pusat Ngapuli Parangin Angin, dari hasil penjaringan PMKS tersebut, didapati warga yang mengalami gangguan jiwa yang berada di pinggir jalan.
"Ada empat orang yang mengalami gangguan jiwa. Mereka sudah dibawa ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit," jelas Ngapuli saat dihubungi, Minggu (10/5).
Ngapuli juga mengatakan hari ini ada 50 PMKS yang berada di GOR Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tempat tersebut ditunjuk menjadi tempat penampungan sementara PMKS atau tunawisma.
Baca juga: Pelaku UMKM di Menteng dan Tanah Abang Dapat Masker Gratis
"Mereka yang terjaring itu ada yang memang tujuannya mencari belas kasihan dari orang, tapi diselamatkan oleh petugas kita, lalu mereka dibawa. Begitu ada warga ditampung di GOR, kita kontak tim medis dan langsung datang," jelas Ngapuli.
Selama ditampung di GOR Tanah Abang, para PMKS diberi makan, mendapat fasilitas tempat tidur, pemeriksaan kesehatan, dan pembinaan.
Selain itu, Pemkot Jakpus juga membawa sebagian PMKS ke panti sosial. Mereka tidak memiliki sanak keluarga sama sekali di Jakarta dan sudah di bawa Panti Sosial Perlindungan Bhakti Kasih milik Dinas Sosial DKI Jakarta. (OL-14)
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Seharusnya, lanjut Bun, Pemprov DKI siap siaga sejak awal. Termasuk apel siaga dan persiapan teknis lainnya.
SEBANYAK 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta akan dibongkar. Dinas Bina Marga DKI Jakarta berharap pembongkaran tiang monorel itu dapat memecah kemacetan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved