Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengesahkan Rancangan APBD 2020 DKI Jakarta sebesar Rp87,9 triliun. RAPBD itu disahkan setelah Badan Anggaran DKI menggelar rapot selama lima jam bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPDI Pemprov DKI.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim (rancangan) APBD 2020 dengan angka Rp 87,956,148,476,363 apakah disetujui?" ujar ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di Ruang Paripurna DPRD DKI, Jakarta, Selasa (26/11).
"Setuju.." kompak peserta rapat badan anggaran. Kemudian Prasetyo mengetuk palu tiga kali.
Sebelum disahkan, banjir interupsi sempat mewarnai rapat Banggar tersebut. Salah satunya adalah Pantas Nainggolan dari Fraksi PDIP yang mewakili Komisi D DPRD. Menurutnya, dari mata anggaran yang ditetapkan di komisinya, telah terjadi efisiensi sebesar Rp1,5 triliun.
"Persoalannya adalah ketika Komisi D sudah melakukan efisiensi, tapi dituntut kembali efisiensi, jadi ya dua kali ini," kata Pantas.
Baca juga : Gerindra: Cawagub Masih dari PKS, Pemilihan Mandek Lagi
Wakil Ketua Komisi D dari fraksi NasDem, Nova Harivan Paloh juga sempat meminta Sekretaris Daerah Saefullah untuk tidak membuang waktu dalam menjelaskan usulan anggaran mana yang akan diajukan.
"Eksekutif bisa enggak tetapin dengan tegas, anggaran yang mana yang diajukan? Apakah yang Rp89 triliun atau Rp87 triliun. Ini dari tadi pembahasan itu-itu saja," tutur Nova.
Sekda DKI Saefullah mengatakan pihaknya tidak berniat menyembunyikan sesuatu mengenai RAPBD 2020 tersebut. Ia meminta anggota dewan untuk sama-sama menyisir dan membahas dalam rapat tersebut.
"Tidak ada yang disembunyikan di sini. Kalau ada di sinilah gunanya pembahasan. Kan kalau (anggaran) sama semua malah aneh. Kita diskusi untuk mengambil keputusan bersama," tandas Saefullah.
Setelah pengesahan ini, besok akan dilanjutkan rapat gabungan pimpinan (rapimgab) bersama pimpinan DPRD dengan anggota badan anggaran dan eksekutif untuk mengecek RAPBD yang nantinya akan ditandatangani oleh kedua pihak. (OL-7)
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat ekosistem olahraga sepak bola putri.
Bank Jakarta resmi mendukung Pelita Jaya Jakarta sebagai sponsor di musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Gubernur DKI Jakarta pastikan stok pangan aman, harga terkendali, dan pasokan gas LPG siap jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pemprov DKI juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Terkait dukungan anggaran, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D mendukung segala kajian dan rencana yang memiliki dampak positif untuk masyarakat luas.
Skema kerja sama dengan pengembang di sepanjang trase akan mempermudah pengembangan MRT, terutama dalam pengelolaan TOD dan pembiayaan proyek.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Dengan capaian tersebut, APBD tahun 2025 mencatatkan surplus sebesar Rp41,7 triliun. Sementara itu, net pembiayaan daerah pada tahun yang sama mencapai Rp67,1 triliun.
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026 resmi diundangkan pada 23 Desember 2025.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan Pemprov DKI Jakarta tengah merevitalisasi sejumlah ruang publik, namun tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved