Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pertanyaan dilayangkan penyidik Mapolres Kota Bekasi kepada Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Aan Suhanda, dalam agenda pemeriksaan hari ini, Kamis (7/11). Uang hasil penarikan parkir yang dilakukan anggota organisasi masyarakat (Ormas) menjadi fokus pertanyaan penyidik.
“Intinya tadi ya ditanyakan soal Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Bapenda) itu apa, apa punya kewenangan menarik retribusi atau tidak. Bagaimana mekanismenya setelah dapat uang sampai ke kas daerah disampaikan semua di sana,” ungkap kuasa hukum Aan Suhanda, RM Purwandi, di Mapolres Kota Bekasi, Kamis (7/11).
Baca juga: Mau Urus Parkir di Bekasi, Ormas Wajib Kantongi SKCK
Ia menjelaskan, pemeriksaan masih terus berkembang. Bahkan hingga sore ini penyidik masih memeriksa Kepala Bapenda tersebut.
Kepala Bapenda Kota Bekasi, Aan Suhanda menyampaikan, datang dalam agenda pemanggilan, Ia sudah membawa sejumlah barang bukti penguat. Ia mengaku bukti tersebut diserahkan untuk penunjang pemeriksaan.
“Pokoknya kita serahkan seperti penyerahkan bukti di pengadilan, hanya menyampaikan saja,” singkat dia.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Bapenda Kota Bekasi dipanggil penyidik Mapolres Metro Kota Bekasi, hari ini, Kamis (7/11). Pemanggilan ini tertuang surat perintah penyidikan nomor Sp.Lidik/2133/XI/2019/Restro Bekasi Kota tanggal 01 Nopember 2019.
Dalam surat pemanggilan, Kepala Bapenda diperintahkan untuk menemui penyidik Satuan Resort Kriminal AKP. Untung Riswaji dan Aiptu Ismail Fachri. Pemerikaan ini untuk diminta keterangan atau klarifikasi adanya dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang jabatan atau penyimpangan dalam kegaiatan pungutan retribusi parkir di wilayah Kota Bekasi.
Aan yang datang sekitar pukul 10.00. Hingga berita ini diturunkan, Aan masih menjalani pemeriksaan. Masalah ini mencuat ketika viral video aksi unjuk rasa Aliansi Ormas Kota Bekasi di salah satu minimarket di Jalan Raya Narogong Siliwangi, Rawalumbu, Kota Bekasi, beberapa hari lalu. (OL-8)
Kawasan dengan aktivitas tinggi seperti Tanah Abang cenderung kembali semrawut jika pengawasan melonggar.
Pasar Tanah Abang dalam beberapa waktu terakhir ramai diperbincangkan lantaran kasus juru parkir (jukir) yang mematok tarif hingga Rp100 ribu per kendaraan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno optimistis praktik parkir liar di kawasan Tanah Abang yang sempat mematok tarif hingga Rp100.000 akan segera tertib dalam waktu dekat.
Dishub DKI Jakarta untuk menertibkan parkir liar, juru parkir atau jukir yang selama ini beroperasi di tepi jalan bakal direkrut menjadi mitra resmi.
KEINDAHAN alam Jawa Barat mampu mengundang wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang.
DINAS Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mulai menertibkan secara bertahap aktivitas parkir liar di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan
Menjelang Ramadan, kegiatan bersih-bersih masjid mulai marak dilakukan warga untuk menyiapkan tempat ibadah yang lebih higienis dan nyaman.
Penerapan tarif telah disepakati bersama antara Pemkot Bekasi, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan para sopir angkot.
POLDA Metro Jaya mengungkapkan bayi yang ditemukan di sebuah apartemen Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/2), dinyatakan meninggal dunia.
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved