Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Pemkot Jakpus Siagakan 100 Personel Gabungan di Kawasan Tanah Abang

Mohamad Farhan Zhuhri
26/2/2026 11:39
Pemkot Jakpus Siagakan 100 Personel Gabungan di Kawasan Tanah Abang
Ilustrasi .(MI)

PEMERINTAH Kota Jakarta Pusat memperketat pengawasan di kawasan Pasar Tanah Abang selama masa Ramadan. Sebanyak 100 personel gabungan diterjunkan guna mengantisipasi kembalinya parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL) yang kerap memakan bahu jalan serta trotoar.

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, menyatakan penertiban ini merupakan tindak lanjut dari pembersihan lapak liar yang dilakukan pada awal Ramadan. Pengawasan intensif menjadi kunci mengingat Tanah Abang masih menjadi magnet utama belanja masyarakat menjelang Lebaran.

"Karena kita tahu bahwa memang Tanah Abang kan masih tetap jadi pusat pilihan orang untuk belanja memenuhi kebutuhan lebaran. Bukan cuma buat kebutuhan diri sendiri, keluarga, tapi juga ada kebutuhan untuk penjualan juga kan, grosiran, dijual lagi ke tempat-tempat yang lain," kata Arifin kepada wartawan, Kamis (26/2).

Fokus Jam Sibuk
Guna mencegah pedagang kembali meluas ke badan jalan, Arifin menempatkan petugas dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI di sejumlah titik rawan. 

Ia mengakui bahwa kawasan dengan aktivitas tinggi seperti Tanah Abang cenderung kembali semrawut jika pengawasan melonggar. "Ya memang seperti di beberapa tempat gitu, memang terkadang kalau pengawasan agak kurang, ya coba-coba kayak gitu," ucap dia.

Terkait teknis di lapangan, Arifin menjelaskan pengawasan difokuskan pada jam operasional pasar, bukan selama 24 jam penuh.

"Kalau Tanah Abang kan kita bisa lihat tuh, mulai jam 5 kan sudah mulai sepi. Jadi memang pada jam-jam sibuknya, jam di mana mulai dibukanya Pasar Tanah Abang, antara jam 10 sampai jam 4, jam 5 lah," jelasnya.

Dialog Tanpa Perlawanan
Dalam proses penertiban, Arifin memastikan tidak ada bentrokan atau perlawanan dari para pedagang. Pihaknya mengedepankan dialog langsung agar pedagang bersedia kembali ke dalam kios.

“Kalau kemarin dishub kita tempatkan ada 40-an orang. Kalau Satpol PP antara 50 sampai 70. Bergantian,” ujar Arifin mengenai jumlah personel yang dikerahkan.

Selain pengamanan, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) juga dikerahkan untuk menjaga kebersihan. Hal ini dikarenakan volume sampah cenderung meningkat seiring tingginya aktivitas transaksi di pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Arifin mengingatkan bahwa ketertiban adalah kepentingan bersama. Kondisi kawasan yang rapi dan nyaman justru akan menarik lebih banyak pembeli.

"Kalau kumuh, kotor, ya kan, buat jalan juga susah dan sebagainya itu, ya orang juga akan malas entar datang lagi ke Tanah Abang, gitu loh," imbuhnya. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya