Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Syarif, angkat bicara terkait keanehan jumlah Tim Penyusunan Sambutan Pidato, Makalah, dan Kertas Kerja Gubernur-Wakil Gubernur dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI Jakarta 2020.
Dalam KUA-PPAS DKI Jakarta tertulis bahwa tim penyusun pidato Anies Baswedan berjumlah 6,5 orang. Keganjilan tersebut diungkap oleh peneliti Indonesia Budget Center (IBC) Rahmat di Jakarta, Senin (4/11) kemarin.
Baca juga:IBC: Ada Duplikasi Honor Tenaga Ahli Penyusunan Pidato Anies
Menanggapi hal itu, Syarif justru beranggapan temuan IBC tersebut tidak perlu dijadikan polemik. Ia menduga terjadi kesalahan pengetikan dalam KUA-PPAS sehingga memunculkan 6,5 orang. "Menurut saya sih, salah ketik," kata dia di Gedung DPRD DKI, Selasa (5/11).
Semula, lanjut Syarif, anak buah Anies Baswedan diduga ingin mengetik 6 atau 5 orang. "Enggak mungkin 65 (orang) menyusun pidato. 65 orang nanti pikirannya beda-beda lagi. Menurut saya ketikan itu 6 atau 5 (orang). Saya duga itu kesalahan ketik," tandas Syarif.
Sebelumnya, IBC mengungkap terjadi anggaran ganda terkait honorarium tenaga ahli tim penyusunan sambutan pidato, makalah, dan kertas kerja gubernur-wakil gubernur. Anggaran tersebut terdapat di Biro Kepala Daerah dan Kerja sama Luar Negeri (KDH KLN) serta di Suku Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Kepuluan Seribu.
Dari variabel yang digunakan, KDH KLN mengusulkan angka Rp390 juta untuk 6,5 orang selama satu tahun dengan per bulan-nya senilai Rp5 juta. "Ini juga tidak jelas dengan adanya 6,5 orang. Memang orangnya ada," cetus Rahmat selaku peneliti IBC.
Terkait dana sebesar Rp390 juta terkait honorarium tenaga ahli tim penyusunan sambutan pidato Anies Baswedan, Syarif menilai itu masih dalam batas wajar.
"Kalau tenaga ahli bisa dibilang itu mendekati wajar. Begini loh, kita mengatakan boros dan tidak, atau efisien dan tidak harus ada alat pembandingnya. Kita kan belum melihat pembandingnya. Yang dimaksud tidak wajar apanya?" ucap Syarif. (Ins/A-5)
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Jebolnya tanggul baswedan membuat permukiman warga di sekitar Jati Padang, Pasar Minggu, mengalami banjir hingga mencapai 1 meter.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Dengan capaian tersebut, APBD tahun 2025 mencatatkan surplus sebesar Rp41,7 triliun. Sementara itu, net pembiayaan daerah pada tahun yang sama mencapai Rp67,1 triliun.
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026 resmi diundangkan pada 23 Desember 2025.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan Pemprov DKI Jakarta tengah merevitalisasi sejumlah ruang publik, namun tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved