Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA ASN Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengundurkan diri di tengah pembahasan anggaran untuk 2020 yang masih berlangsung di DPRD DKI Jakarta. Mereka ialah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Edy Junaidi, serta Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sri Mahendra Satria Wirawan.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia,William Aditya Sarana, menyebut mundurnya dua pejabat penting saat pembahasan anggaran masih berlangsung, diharapkan menjadi pemicu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk introspeksi diri atas kebijakan yang diterapkan selama ini, terutama dalam melakukan pengawasan perencanaan anggaran.
William menyebut argumen Anies atas ditemukannya usulan anggaran tidak wajar karena kesalahan sistem dan kesalahan anak buah bukan model pemimpin yang baik.
Ia pun meminta Anies dan seluruh jajaran SKPD mulai mengevaluasi diri. Mereka pun harus tahan terhadap tuntutan publik yang tinggi akan transparansi kebijakan pemerintah.
"Menurut saya, ini mentalitas pejabat publik yang harus diubah. Artinya, kalau ada gempa politik atau gempa kebijakan, Gubernur harusnya pasang badan lindungi anak buah. Itu yang kesatria menurut saya," kata William di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (1/10).
Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endi Jaweng, berpendapat lain.
"Bappeda itu kan kunci untuk menyusun usulan RAPBD sekaligus fungsi pengendalian. Kalau yang dinas pariwisata itu terkait anggaran influencer sebesar Rp5 miliar. Inilah bentuk pertanggungjawaban gubernur yang baik," jelas Robert saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (1/11).
Robert menilai pengunduran tersebur sebagai tindakan simbolis Anies untuk memberikan kesan bahwa permasalahan yang serius terkait dengan anggaran tidak boleh disepelekan.
"Ke depannya yang paling penting ialah Gubernur Anies, sebagai pemimpin politik itu harus mengambil momentum ini sebagai kesempatan tindakan yang strategis terkait dengan penataan sistem, rombak itu sistem e-budgeting Jakarta yang digital, tapi enggak smart," kata Robert
Dengan adanya kasus ini, diharapkan tidak ada lagi usulan anggaran untuk program atau pembelian barang siluman di masa mendatang.
"Pasalnya, ada saja oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan usulan APBD untuk kepentingan tertentu. Jadi, jangan sampai di tengah jalan disalip dengan usulan yang sangat rentan penyimpangan," ujar Robert.
Menurutnya, KUA-PPAS sebagai plafon sementara biasa dijadikan pintu belakang untuk nyelendupin program-program siluman. Nanti bisa saja pebisnis atau pihak siapa yang bermain. Ini sebagai warning-lah. (Put/Ins/J-2)
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat ekosistem olahraga sepak bola putri.
Bank Jakarta resmi mendukung Pelita Jaya Jakarta sebagai sponsor di musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Gubernur DKI Jakarta pastikan stok pangan aman, harga terkendali, dan pasokan gas LPG siap jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pemprov DKI juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Terkait dukungan anggaran, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D mendukung segala kajian dan rencana yang memiliki dampak positif untuk masyarakat luas.
Skema kerja sama dengan pengembang di sepanjang trase akan mempermudah pengembangan MRT, terutama dalam pengelolaan TOD dan pembiayaan proyek.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved