Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Prasetio Edi Marsudi menegaskan pihaknya segera membahas pengajuan anggaran dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang nantinya menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.
Siang tadi DPRD DKI sudah mengumumkan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) seperti pimpinan komisi, badan kehormatan dan badan pembentukan peraturan daerah (bapemperda)
"Kita lihat didalam rapat komisi nanti. (Rapat nanti) dipastikan ada pembahasan (KUA PPAS). Sekarang komisi-komisi sudah terbentuk, diketok palu tadi. Mudah-mudahan besok sudah ada kegiatan teman-teman di komisi," kata Prasetio usai sidang paripurna pengumuman pimpinan AKD, di Gedung DPRD, Jakarta, Senin (21/10).
Diketahui, pengajuan anggaran dalam KUA PPAS 2020 mencapai Rp95 triliun, atau naik Rp6,9 triliun dari APBD 2019.
Dari usulan tersebut, hal yang paling disoroti oleh publik ialah besarnya renovasi rumah dinas Anies Baswedan Rp2,4 Miliar dan Anggaran TGUPP 2020 yang naik menjadi Rp26,5 Miliar.
Baca juga : DPRD Sebut Pemilihan Wagub Jakarta Tunggu Panitia Pemilihan
"Ya keputusan kan sekarang rapat-rapat komisi. Ya nanti kita lihat sejauh mana. Kalau ada perbedaannya (dalam usulan anggaran) pasti kan komisi-komisi akan lapor ke saya. Insha Allah semua keputusan berjalan dengan baik. Kita semaksimal mungkin lakukan karena juga baru bentukan (pimpinan AKD)," terang Prasetio.
Senada, anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Syarif mengaku pihaknya akan mengebut pembahasan KUA PPAS. Ia mengatakan jika selama ini anggota dewan bekerja sampai 16.00 wib, maka Syarif menginginkan anggota dewan bekerja sampai malam.
"Kan tinggal ditambahin volume jam (kerjanya) saja. Enggak masalah. Apalagi ada yang fresh (anggota dewan yang baru) sebanyak 59 anggota. Diajak rapat sampai jam 9 malam juga oke," ucap Syarif.
Ia kemudian menambahkan, "Kita tunggu badan musyawarah dulu, kapan menjadwalkan pembahasan. Kalau besok ada Bamus, saya yakin Rabu (23/10) bisa dibahas (KUA PPAS)," tandasnya.
Diketahui, setelah usulan anggaran itu disetujui antara DPRD dengan Pemprov DKI, maka dibawa ke Badan Anggaran dan dibahas perkomisi terkait usulan anggaran yang mencapai Rp95,6 triliun.
Setelah disetujui, anggaran kegiatan itu akan dibahas lebih detail dalam rapat komisi dan rapat gabungan pimpinan. Setelah disetujui dalam sidang paripurna baru akan dikirim ke Kementrian Dalam Negeri untuk dikoreksi. (OL-7)
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
APUDSI adakan Rakernas & HUT ke-1 di Jakarta, fokus konsolidasi ekonomi desa, digitalisasi produk, dan penguatan ketahanan nasional.
Kebijakan ini berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai swasta.
Salah satu komoditas yang menjadi sorotan utama dalam pengawasan ini adalah gas elpiji tabung 3 kilogram.
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
KPK menyebut PT Blueray bertindak sebagai importir dari banyak perusahaan dan kini mendalami peran afiliasi serta modus suap dalam kasus dugaan korupsi importasi di Bea Cukai.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Dengan capaian tersebut, APBD tahun 2025 mencatatkan surplus sebesar Rp41,7 triliun. Sementara itu, net pembiayaan daerah pada tahun yang sama mencapai Rp67,1 triliun.
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026 resmi diundangkan pada 23 Desember 2025.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan Pemprov DKI Jakarta tengah merevitalisasi sejumlah ruang publik, namun tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved