Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANDINGAN banjir Jakarta yang terjadi tahun ini dengan 2015 saat Jakarta masih dipimpin oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap tidak nyambung atau tidak sesuai.
Hal ini dikemukakan oleh Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Ia menyebut apa yang dilakukan oleh Anies itu tidak tepat karena faktor penyebab banjir serta upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI pada kedua masa itu berbeda.
"Membandingkan parahnya banjir Jakarta tahun 2015 dengan saat ini tentunya tidak 'apple to apple' lah. Penyebabnya saja berbeda," ujar Gembong saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (2/5).
Menurut Gembong banjir di Jakarta memiliki beberapa tipe yakni banjir karena disebabkan oleh kiriman air dari hulu semata. Kedua banjir yang disebabkan oleh kiriman air dari hulu dan hujan lokal. Ketiga ialah banjir yang disebabkan hujan lokal dan pasang air laut serta keempat ialah kombinasi dari hujan lokal, kiriman air, serta pasang air laut dan tipe ini merupakan tipe yang paling parah serta terjadi pada 2015 silam.
Banjir tahun 2015 ini juga parah karena disebabkan belum berjalannya program normalisasi Kali Ciliwung. Akibatnya, banjir melanda hampir sebagian besar wilayah Ibu Kota hingga menyebabkan 200 ribu warga mengungsi.
Baca juga: Program Penanganan Banjir Anies Dinilai tidak Jelas
Sementara, banjir yang dialami pada masa pemerintahan Anies pekan lalu ialah banjir yang hanya disebabkan oleh air kiriman. Sehingga warga yang terdampak hanya 2500 jiwa.
Gembong pun menyayangkan sikap Anies yang arogan hingga justru membandingkan kondisi banjir. Seharusnya Anies berlapang dada dan menerima saran saat terjadi bencana agar menjadi intropeksi program Pemprov ke depan.
"Kalau model banding-bandingkan nanti beliau tersinggung juga kan gitu. Gak perlu lah. Saya pikir kita harus arif ketika ada orang yang memberi masukan ya terima kasih saja. Apa yang bisa kita lakukan untuk perbaikan itu, kan gitu. Saya kira akan jauh lebih baik daripada saling menuding kesalahan orang," tegasnya.
Ia pun menyarankan agar Anies kembali melanjutkan program normalisasi sungai serta waduk dengan pola membebaskan lahan. Program itu terbukti dapat mengurangi banjir. Ia pun tidak keberatan meski nanti dikombinasikan dengan konsep naturalisasi yang mengembalikan ekosistem sungai.
"Normalisasi harus dilanjutkan," tandasnya. (OL-1)
Gubernur Pramono Anung menerbitkan surat edaran agar warga DKI Jakarta melapor ke RT/RW atau kelurahan sebelum mudik Lebaran.
Penataan ini mencakup perbaikan badan jalan, trotoar, hingga sistem drainase guna mengantisipasi genangan air.
Strategi ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk meminimalisasi risiko banjir dan titik genangan yang sering mengganggu mobilitas warga saat puncak musim hujan.
Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi izin lapangan padel menyusul keluhan warga soal kebisingan. Pramono Anung siap beri sanksi tegas jika melanggar aturan.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat ekosistem olahraga sepak bola putri.
Bank Jakarta resmi mendukung Pelita Jaya Jakarta sebagai sponsor di musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membuka Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah yang berada di kawasan MH Thamrin.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menekankan pentingnya untuk menjalin silaturahmi antar tokoh politik bangsa.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved