Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Angkringan Naik Kelas Hadir untuk Penikmat Kuliner Malam

Basuki Eka Purnama
19/11/2025 04:14
Angkringan Naik Kelas Hadir untuk Penikmat Kuliner Malam
Hidangan di Oseng Endok(MI/HO)

DI tengah perubahan gaya hidup masyarakat urban yang kian dinamis, hadir pengalaman baru dalam menikmati kuliner khas Indonesia dalam format yang lebih modern.

Mengusung konsep "angkringan naik kelas", Oseng Endok berhasil menggabungkan kehangatan khas angkringan tradisional dengan kenyamanan dan estetika modern sekaligus memposisikan diri sebagai urban late-night spot bagi mereka yang mencari tempat nongkrong santai, aman, dan penuh cita rasa, dan buka hingga pukul 04.00.

Ello MG, pemilik Oseng Endok, mengatakan ide ini berangkat dari kebiasaan sederhana masyarakat yang gemar menikmati makanan hangat dan obrolan santai di malam hari.

"Kami melihat gaya hidup masyarakat urban saat ini butuh tempat seperti angkringan, hangat, sederhana, tetapi dengan suasana lebih nyaman dan bersih," ungkap pria yang juga kreator konten dengan lebih dari 9,8 juta pengikut di TikTok ini.

Ello menegaskan jargon "naik kelas" bukan berarti meninggalkan akar tradisi, melainkan memberi pengalaman yang lebih baik tanpa kehilangan jiwa sederhananya. 

Oseng Endok tetap menyajikan menu klasik seperti menu telur, nasi hangat, aneka sambal, dan sate-satean, tetapi dengan tempat yang bersih dan estetik, tetap merakyat dan memiliki standar kualitas tinggi.

Oseng Endok tidak hanya ingin menjadi tempat makan malam, tetapi juga ruang bagi siapa pun yang ingin beristirahat dari hiruk-pikuk kota. 

"Kami ingin Oseng Endok jadi second space, tempat yang nyaman untuk berhenti sejenak, ngobrol, bekerja, atau sekadar recharge setelah hari yang panjang," tambah Ello.

Buka hingga pukul 04.00

Keputusan membuka hingga pukul 04.00 bukan tanpa alasan. Ello menyebut, kehidupan kota justru sering hidup setelah jam kerja berakhir.

"Banyak aktivitas kota justru hidup setelah jam kerja selesai, kami ingin menjadi bagian dari ritme itu.  Dengan jam operasional ini, kami ingin memastikan siapapun tetap bisa menemukan suasana ‘rumah’ di tengah malam,” tuturnya.

Sebagai pelopor comfort food malam hari, Oseng Endok menghadirkan menu andalan dengan fokus pada olahan telur atau endok yang menjadi ikon utamanya. Misalnya saja Nasi Oseng Endok Guyur, Endok Bakar, dan berbagai varian sambal khas yang bisa dipilih sesuai selera.

Selain itu juga terdapat berbagai macam jenis sate-satean khas angkringan yang dibuat dengan bahan segar dan bumbu yang lebih kaya. 

“Kami tetap mempertahankan esensi dari menu angkringan dengan tampilan dan pengalaman lebih baik. Tujuannya bukan untuk mengubah angkringan tetapi memperluas maknanya agar bisa dinikmati masyarakat urban,” ungkapnya.

Dari sisi interior, Oseng Endok mengusung konsep pencahayaan hangat dan tata ruang terbuka agar tetap terasa akrab seperti di angkringan tetapi dengan kenyamanan dan estetika kafe kekinian.

Oseng Endok menargetkan anak muda dan masyarakat urban yang aktif hingga malam hari, mereka yang mencari tempat untuk bekerja, berbagi cerita, atau sekadar melepas lelah.

"Kami ingin Oseng Endok jadi ruang netral untuk semua. Tempat yang inklusif, menyambut siapa pun, dan membuat mereka merasa diterima," ujar Ello.

Ke depan, Oseng Endok berambisi menjadi simbol gaya hidup baru bagi anak muda Indonesia bahwa makan malam larut bukan sekedar kebutuhan tetapi bagian dari pengalaman sosial.

“Ke depan kami ingin membawa konsep 'angkringan naik kelas' ke kota-kota besar lainnya.  Kami juga berharap Oseng Endok dikenal sebagai pelopor gerakan urban comfort food khas Indonesia yang bisa menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern,” tutupnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik