Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DI kampus Institut Pariwisata (IP) Trisakti, Jakarta kehadiran dua chef ternama asal Polandia, Mauriusz Olechno dan Marcyn Budinek menyemarakan demo masak bertema kuliner Eropa Timur, Jumat (14/11)
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari workshop gastronomi Indonesia-Polandia yang diinisiasi Kedutaan Besar Republik Polandia di Indonesia. Turut hadir, Head of Polish Trade & Investment Agency (PAIH), Mr Cezary Filipek.
Melalui keterangannya hari ini Ketua Program Studi Pengelolaan Perhotelan IP Trisakti, Dr Robiatul Adawiyah dalam sambutannya mengatakan, kehadiran dua chef tamu tersebut merupakan kesempatan langka bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi kuliner internasional.
"Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan Kedutaan Besar Polandia. Ini bukan hanya tentang pembelajaran teknik memasak juga menjadi langkah strategis IP Trisakti dalam memperluas jejaring global," kata Rabiatul Adawiyah.
Robiatul Adawiyah menambahkan workshop kuliner dengan Polandia merupakan langkah awal menuju kolaborasi akademik yang lebih besar.
"Pihak Kedutaan Polandia juga menawarkan peluang membuat program joint degree, double degree, beasiswa, hingga internship dengan kampus di Poland bagi mahasiswa IP Trisakti," pungkasnya.
Ia juga menyinggung peluang kuliner dipromosikan seperti halnya Polandia, Robiatul menilai kuliner Indonesia memiliki potensi global yang sangat besar, tetapi masih terkendala promosi yang tidak konsisten.
"Kuliner Indonesia kaya, tapi kurang fokus dalam promosi. Makanan apa yang akan ditonjolkan, seperti halnya Kimchi untuk Korea, Pho untuk Vietnam atau Tom Yam untuk Thailand. Banyak ikon kita diambil negara lain. Ini PR besar," katanya.
Robiatul menilai masih minimnya pemahaman generasi muda atas kuliner lokal yang seharusnya menjadi fondasi.
"Anak sekarang jago masakan asing, seperti pasta atau Korean food, tetapi saat diminta membuat soto, kesulitan. Perlu diperkenalkan lebih dalam lagi seputar bumbu dapur Indonesia," ujarnya.
Selain rasa dan teknik, Robiatul juga mengingatkan tantangan sanitasi kuliner Indonesia yang sering membuat wisatawan ragu mencoba street food. "Banyak makanan enak, tapi masalah higienitas masih jadi catatan. Ini perlu dibenahi agar kuliner kita semakin mendunia."
Soal rencana ke depan, Robiatul mengatakan, IP Trisakti berencana akan memperluas kerja sama bidang pendidikan dengan lebih banyak negara di Eropa.
"Kami berharap ada 'reverse collaboration' berupa promosi kuliner Indonesia di Polandia, lewat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif atau dari pemerintah Polandia," tukas Robiatul.
Kisah Inspiratif
Head of Polish Trade & Investment Agency (PAIH), Mr Cezary Filipek dalam sambutannya membagikan kisah inspiratif perjalanan kariernya.
"Saya juga memulai karier dari sekolah pariwisata seperti kalian. Dari sana, jalannya kemudian terbuka ke mana saja, bisa ke hotel, industri turisme, bahkan jadi presiden. Semuanya mungkin," kata Cezary yang disambut tepuk tangan mahasiswa.
Ia mengajak mahasiswa untuk memperkaya pengalaman lewat perjalanan dan interaksi lintas budaya. "Semakin banyak anda melihat dunia, semakin bijak. Pergilah ke berbagai daerah, bahkan ke luar negeri, dan jadilah teman bagi dunia," ucapnya.
Cezary juga memperkenalkan Poland Festival, sebuah program budaya dan inovasi yang telah berjalan sejak 2019 untuk menghubungkan Polandia dan Indonesia melalui sektor industri, makanan, teknologi, perjalanan, inovasi digital, hingga AI.
"Tahun ini, Festival Polandia digelar perdana di kampus IP Trisakti. Kami senang berada di sini. Kedua chef yang datang bukan chef biasa, mereka pernah memasak untuk tokoh-tokoh penting seperti Sultan Brunei Darussalam, dan pejabat Malaysia di Kuala Lumpur," ungkapnya. (H-2)
Workshop ini memberikan panduan praktis dari para ahli di bidang teknologi dan perbankan guna meningkatkan standar promosi produk lokal.
Data menunjukkan angka stunting di Biak telah menurun signifikan, dan upaya ini harus dipertahankan salah satunya dengan mencegah perkawinan anak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam membentuk karakter wirausaha muda yang kreatif dan inovatif, khususnya di bidang bisnis kuliner.
Tahun ini, AFS Global STEM Innovators membuka akses pendidikan STEM yang inklusif bagi siswa berusia 15–17 tahun dari berbagai wilayah Indonesia,
UNIVERSITAS Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung, bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Gebrakan Anak Negeri (GAN), menggelar workshop.
Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk bersantai dan menikmati hidangan lezat bersama orang terdekat.
SOFITEL Bali Nusa Dua Beach Resort mengajak Anda merayakan Tahun Baru Imlek melalui “Flavours of Prosperity”, sebuah perayaan makan malam yang menyambut hangat tahun kuda.
Perayaan Natal tidak hanya identik dengan dekorasi meriah dan momen kebersamaan keluarga, tetapi juga dengan ragam makanan khas Natal dari berbagai negara.
ibis Styles Medan Pattimura mempersembahkan rangkaian acara yang dirancang untuk memberikan pengalaman Natal dan Tahun Baru yang menyenangkan
Thailand dikenal dengan kulinernya yang kaya rempah, bercita rasa kuat, dan mudah diterima lidah orang Indonesia.
Chef Syrco sering mengundang para produsen, petani, dan nelayan untuk merasakan sendiri hasil bumi mereka di restorannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved