Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK pertama kalinya dan mencatat sejarah, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memusatkan pelaksanaan Simposium Nasional (SINAS) di Provinsi Bengkulu, selama tiga hari. Untuk pertama kalinya dan mencatat sejarah, IDAI memusatkan pelaksanaan SINAS di Provinsi Bengkulu, selama tiga hari bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Anak Sedunia.
Kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada Jumat (6/2) hingga Minggu (8/2) 2026 mendatang dan menjadi ajang strategis pembahasan isu-isu krusial kesehatan anak sekaligus menghadirkan layanan langsung bagi masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio (K), di Bengkulu, mengatakan, kegiatan SINAS di Bengkulu, tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga bagian dari upaya pemerataan ilmu pengetahuan dan layanan kesehatan anak di seluruh Indonesia.
"SINAS Ini adalah agenda nasional IDAI dan untuk pertama kalinya pusatkan di Bengkulu.
Pemilihan waktu, lanjut dia, juga bertepatan dengan Hari Kanker Anak, sehingga topik-topik yang diangkat sangat relevan dengan isu kesehatan anak yang sedang menjadi perhatian.
Dalam simposium ini, dokter anak dari berbagai daerah di Indonesia, membahas sejumlah topik utama, di antaranya penyakit jantung pada anak, kanker anak, serta permasalahan neonatus yang masih menjadi tantangan dalam layanan kesehatan.
Selain diskusi ilmiah, SINAS IDAI juga menghadirkan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan USG jantung anak atau ekokardiografi.
"Pemeriksaan tersebut dilakukan langsung oleh para konsultan jantung anak dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir di Bengkulu," imbuhnya
IDAI, kata dia, tidak hanya berdiskusi di ruangan, tetapi juga turun langsung melayani masyarakat.
Para konsultan jantung anak melakukan ekokardiografi, sekaligus melatih dokter di Provinsi Bengkulu, agar kemampuan layanan jantung anak di daerah semakin meningkat.
Selain itu, kegiatan lainnya seperti workshop leadership learning health system yang diikuti oleh para ketua IDAI cabang se-Indonesia.
Workshop ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan serta manajemen sistem layanan kesehatan.
Diharapkan, para pemimpin IDAI tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga mampu mengelola sistem kesehatan.
Ketika alat terbatas, solusinya adalah investasi pada sumber daya manusia yang unggul.
Untuk itu, IDAI juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pemenuhan fasilitas kesehatan anak agar tidak terjadi kesenjangan layanan antarwilayah.
Harapannya, anak-anak di Bengkulu, harus mendapat kualitas layanan yang sama baiknya dengan anak-anak yang ada di Jakarta, Pulau Jawa, maupun daerah lain di Sumatra, sehingga tidak boleh ada perbedaan hanya karena lokasi.(H-2)
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
Workshop ini memberikan panduan praktis dari para ahli di bidang teknologi dan perbankan guna meningkatkan standar promosi produk lokal.
Data menunjukkan angka stunting di Biak telah menurun signifikan, dan upaya ini harus dipertahankan salah satunya dengan mencegah perkawinan anak.
IP Trisakti berencana akan memperluas kerja sama bidang pendidikan dengan lebih banyak negara di Eropa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved