Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Biak Numfor menghadapi dua masalah krusial yang sangat memengaruhi kesehatan dan masa depan anak perempuan di masa depan, yakni perkawinan anak dan risiko penyakit kanker mulut rahim atau kanker serviks.
Oleh karena itu, UNICEF dan Dinas Kesehatan Biak Numfor berkolaborasi menggelar workshop edukasi dan sosialisasi pencegahan kanker serviks dan perkawinan anak di Swissbel Hotel Cendrawasih Biak, Jumat (12/12/2025).
Bupati Biak Numfor dalam sambutannya yang dibacakan Kadis Kesehatan Biak Numfor Daud Duwiri menyatakan, workshop ini sangat penting untuk pembangunan sumber daya manusia. "Kedua isu ini memiliki dampak terhadap kesehatan, kesejahteraan, dan masa depan generasi Biak Numfor, terutama kaum wanita," ujarnya.
Kanker serviks menjadi ancaman kesehatan perempuan namun dapat dicegah melalui deteksi dini. "Edukasi dan akses layanan kesehatan yang memadai adalah kunci. Hari ini kita bertemu untuk menyatukan persepsi dan mengedukasi masyarakat wanita," katanya.
Sementara itu, edukasi untuk mencegah perkawinan anak terkait dengan masalah kesehatan jangka panjang dan juga terkait dengan risiko sosial yang timbul di masa depan jika anak perempuan belum cukup umur dinikahkan.
"Pernikahan di usia dini berdampak buruk pada kesehatan reproduksi, meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi, serta berkontribusi pada stunting," jelasnya.
Data menunjukkan angka stunting di Biak telah menurun signifikan, dan upaya ini harus dipertahankan salah satunya dengan mencegah perkawinan anak.
Harapannya, peserta dapat merumuskan strategi aksi daerah yang sinergis, termasuk peran tokoh agama dan adat, serta memperkuat jejaring layanan untuk perempuan dan anak yang membutuhkan
Pada kesemapatan yang sama, Ketua TP PKK Biak Numfor, Imelda Wospakrik Mansnembra menekankan pentingnya peran vaksin Human Papillomavirus (HPV) dalam mencegah kanker serviks. "Vaksin HPV diberikan kepada anak usia 9-14 tahun karena mereka belum melakukan aktivitas seksual dan lebih mudah menyerap vaksin," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa vaksin ini menutupi 70% risiko kanker serviks, sedangkan 30% sisanya tergantung pada perilaku hidup. "Anak 9-14 tahun mendapat 2 dosis, sedangkan 15 tahun ke atas mendapat 3 dosis. Pemerintah memberikan gratis, padahal satu suntik harganya hampir 1 juta rupiah," katanya.
Sementar itu, Fasilitator Tim Imunisasi Papua Juara sekaligus perawakilan UNICEF Atin mengatakan UNICEF mendukung upaya Dinas Kesehatan Biak Numfor untuk mengajak lintas sektor dan organisasi wanita untuk meneruskan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
"Harapan kami, imunisasi HPV dapat terlaksana dengan cakupan tinggi sehingga pencegahan kanker serviks menjadi lebih efektif," jelasnya.(H-2)
Workshop ini memberikan panduan praktis dari para ahli di bidang teknologi dan perbankan guna meningkatkan standar promosi produk lokal.
IP Trisakti berencana akan memperluas kerja sama bidang pendidikan dengan lebih banyak negara di Eropa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam membentuk karakter wirausaha muda yang kreatif dan inovatif, khususnya di bidang bisnis kuliner.
Tahun ini, AFS Global STEM Innovators membuka akses pendidikan STEM yang inklusif bagi siswa berusia 15–17 tahun dari berbagai wilayah Indonesia,
UNIVERSITAS Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung, bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Gebrakan Anak Negeri (GAN), menggelar workshop.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved