Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGALAMI kenaikan berat badan saat hamil memang lazim terjadi. Akan tetapi, ibu hamil tidak boleh memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas. Obesitas bisa membatasi gerak dan aktivitas sehari-hari.
Obesitas pada masa kehamilan dapat memicu berbagai penyakit lainnya. Oleh sebab itu, sebaiknya ibu hamil tetap menjaga berat badan agar tidak menjadi obesitas. Melansir dari situs Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa bahaya obesitas saat hamil.
1. Preeklamsia
Baca juga : Seberapa Penting Berjemur Saat Hamil? Simak Penjelasan dan Tipsnya
Preeklamsia merupakan kondisi akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol pada ibu hamil. Preeklamsia dapat membawa potensi penyakit lain seperti kerusakan organ ginjal dan hati, kram kaki dan tangan, bahkan stroke.
2. Sleep Apnea
Sleep apnea merupakan kondisi pernapasan saat tidur yang terganggu dan putus-putus. Gejala ini kerap diremehkan sebagai mendengkur biasa, padahal gangguan pernapasan ini mengganggu sirkulasi oksigen yang masuk ke tubuh sehingga terus-terusan akan merasa lelah karena waktu istirahat yang tidak maksimal.
Baca juga : Penggunaan Sepatu Hak Tinggi Memengaruhi Orgasme? Ternyata Iya
3. Diabetes Gestasional
Wanita hamil yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes gestasional. Diabetes gestasional terjadi saat tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk mengontrol kadar gula darah selama masa kehamilan.
Kondisi ini menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi. Hal tersebut sangat rawan membuat persalinan menjadi harus dilakukan secara caesar.
4. Keguguran
Keguguran bisa terjadi apabila tingkat obesitas mulai membahayakan. Sebab, fungsi tubuh tidak bekerja maksimal untuk menyerap dan mendistribusikan nutrisi. (M-4)
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
DI setiap situasi konflik dan bencana, perempuan kini dipersepsikan dominan sebagai aktivis pendorong keadilan dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Perjuangan untuk Palestina tidak hanya dilakukan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui doa, edukasi, dan penyadaran masyarakat.
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menggelar program Amazon Girls’ Tech Day untuk menginspirasi dan mempersiapkan generasi perempuan menghadapi masa depan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Peneliti ciptakan replika lapisan rahim untuk pelajari proses implantasi embrio. Terobosan ini diharapkan mampu menekan angka keguguran dan meningkatkan sukses IVF.
Studi terbaru HUJI mengungkap embrio dan rahim melakukan dialog molekuler intens melalui vesikel ekstraseluler hanya dalam satu jam setelah pertemuan.
Data Sensus Penduduk 2020 mencatat angka kematian ibu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara kematian bayi berada di angka 17 per 1.000 kelahiran hidup.
Studi menemukan ketidakseimbangan hormon tiroid yang berlangsung selama beberapa trimester kehamilan dapat meningkatkan risiko autisme pada anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved