Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM panas dan kemarau yang panjang dan terik sangat melelahkan. Apalagi ketika anak-anak dan orangtua berada di luar rutinitas normalnya, kita mungkin tergoda untuk mengabaikan hal-hal tertentu, seperti mandi yang benar.
Sebagai gantinya, ada beberapa orangtua merasa berenang di kolam renang bisa menjadi pengganti yang baik untuk mandi atau berendam di musim panas.
Dalam sebuah postigan di Instagram, ibu dua anak asal Colorado, pelari lintas alam tim Amerika, dan pelatih lari Neely Gracey menulis di atas foto kolam renang anak-anaknya, “Selamat musim kolam renang dianggap sebagai tempat mandi bagi semua yang berpartisipasi.”
Baca juga : Polisi Gelar Rekonstruksi Kematian Anak Tamara Tyasmara Besok
Ia juga memberi judul pada postingan tersebut, "Tolong beritahu saya bahwa saya bukan satu-satunya ibu yang merayakannya."
Dilihat dari lebih dari 10.000 komentar, Gracey mungkin hanya satu dari sedikit orangtua yang merayakannya. Faktanya, sepertinya sebagian besar pengikutnya tidak berpartisipasi dalam musim kolam dihitung sebagai mandi.
“Kolam renang seharusnya membuat Anda ingin mandi lebih banyak,” tulis salah satu komentator.
Baca juga : Inilah Tiga Tips Cessa Bersama Zaskia Adya Mecca agar Anak Mau Mandi
"Itulah sebabnya aku tidak masuk ke kolam renang umum," komentar yang lain.
"Senang, itu menjijikkan, mandi di kolam itu menjijikkan kepada semua yang berpartisipasi," tulis yang lain.
"...Apa?" adalah tanggapan sederhana dari yang lain.
Postingan yang kini viral itu disukai lebih dari 100.000 kali. Itu bisa berarti lebih banyak orang yang berpartisipasi dalam musim tersebut daripada yang mereka akui. Ada beberapa komentator yang setuju dengan postingan Gracey.
Baca juga : PBB Tambahkan Militer Israel ke Dalam Daftar Pelanggar Hak Anak-Anak
"Saya di seluruh kolam dianggap sebagai musim mandi," tulis seseorang.
"Faktanya, anak-anak saya lebih sering mandi di perkemahan tidur dibandingkan biasanya di rumah!"
Orang lain yang setuju berkomentar, "Ya."
Baca juga : PBB Masukkan Militer Israel dalam Daftar Pelaku Pelanggaran terhadap Anak-Anak
Namun apakah kolam renang merupakan pengganti yang baik untuk mandi? Para orangtua bertanya kepada Jared Friedman, MD seorang dokter anak bersertifikat dari Florida. Singkatnya, ini adalah penolakan bagi Friedman.
Menurut Friedman meskipun beberapa orang mungkin percaya berenang di kolam renang bisa menjadi pengganti mandi atau pancuran yang layak, ia ingin menekankan hal tersebut tidak benar.
Friedman juga mencatat pentingnya mandi sebelum pergi ke kolam renang, terutama saat menggunakan kolam renang umum.
“Diisi lebih banyak orang, berbagi kolam renang umum pada akhirnya dapat menyebabkan klorin bercampur dengan lebih banyak bahan pengiritasi dari kulit mereka dan menyebabkan ketidakseimbangan pH yang signifikan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan masuknya kemungkinan penyakit yang ditularkan melalui air dibandingkan dengan kolam renang pribadi yang jumlah orangnya lebih sedikit,” jelasnya.
Dr Friedman bukan satu-satunya ahli yang tidak setuju dengan orangtua yang menggunakan kolam sebagai pengganti mandi. Direktur Teknis Dewan Model Aquatic Health Code (CMAHC) Dewey Case pun mengatakan hal yang sama.
“Kolam renang sama sekali tidak dihitung sebagai pengganti pancuran atau bak mandi. Mandi dengan sabun yang baik membantu membersihkan semua air kolam dan produk perawatan. Beberapa orang sensitif terhadap klorin pada kulit dan rambut mereka dan tidak mandi dapat menyebabkan iritasi,” katanya.
Selain itu, beberapa kasus juga menunjukkan berkeringat saat berenang mungkin saja terjadi.
“Banyak orang tidak menyadari seberapa banyak mereka berkeringat saat berenang, serupa dengan aktivitas fisik di darat,” katanya.
“Penting untuk diingat bahwa air kolam dimaksudkan untuk menyenangkan dan aman, tetapi tidak dimaksudkan untuk mandi.” (Parents/Z-3)
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Memandikan anak yang terkena cacar air bertujuan agar kulit tetap bersih dan sehat. Langkah ini efektif untuk mencegah timbulnya biang keringat.
Kulit manusia memiliki lapisan pelindung alami kulit (skin barrier) dan lapisan minyak alami (sebum) yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi dari iritasi.
Terlalu sering mandi justru bisa berdampak kurang baik bagi kulit.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Fitria Agustina, menegaskan bahwa mandi satu hingga dua kali sehari sudah cukup, meskipun Indonesia saat ini tengah menghadapi cuaca ekstrem
Mandi secara teratur penting untuk menjaga kebersihan, kesehatan kulit, dan kenyamanan tubuh, sekaligus mencegah penyakit.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved