Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis kulit dan kelamin Dr. dr. Fitria Agustina, SpKK, FINSDV, FAADV mengatakan mandi sebanyak satu hingga dua kali sehari sudah cukup meskipun saat ini terjadi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
"Idealnya, mandi satu hingga dua kali sehari sudah cukup," kata Fitria, dikutip Rabu (22/10).
Ia menyarankan untuk mandi satu kali pada pagi atau siang hari untuk membersihkan keringat dan debu, dan satu kali lagi di sore atau malam hari untuk mengangkat sisa polusi serta menjaga kebersihan kulit sebelum tidur.
Lulusan Pendidikan Spesialis Dermatologi dan Venerologi Universitas Indonesia ini juga mengingatkan bahwa terlalu sering mandi justru bisa berdampak kurang baik bagi kulit.
Ia juga menyarankan untuk menggunakan air biasa atau suam kuku agar minyak alami (sebum) yang berfungsi melindungi kulit tidak ikut larut.
Jika larut, maka akan mengakibatkan kulit terasa kering dan bersisik, timbul rasa gatal atau perih.
"Pada beberapa orang, bisa memicu iritasi atau dermatitis akibat kulit terlalu kering," tegas Fitria.
Kemudian juga perlu menggunakan sabun lembut (mild cleanser) tanpa pewangi kuat atau kandungan deterjen tinggi.
"Setelah mandi, oleskan pelembap tidak lebih dari 10 menit setelah mandi agar air yang tersisa di kulit bisa terkunci," ujar Fitria.
Ia menyimpulkan bahwa mandi tetap penting untuk kebersihan dan kesegaran, namun sebaiknya tidak berlebihan serta memprioritaskan menjaga keseimbangan antara bersih dan kulit yang tetap lembap. (Ant/Z-1)
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved