Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN iklim memiliki dampak signifikan bagi manusia. Mulai dari ancaman cuaca ekstrem yang diikuti dengan bencana alam, kekeringan, hingga meningkatnya berbagai ancaman kesehatan.
Dampak perubahan iklim pada kesehatan manusia tidak bisa dianggap remeh. Berbagai masalah kesehatan bisa muncul pada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah terdampak parah perubahan iklim.
Cuaca yang tak menentu membuat berbagai jenis penyakit menular semakin berpotensi untuk merebak, khususnya yang disebabkan oleh nyamuk sebagai vektornya. Di antaranya adalah penyakit malaria dan demam berdarah dengue (DBD).
Suhu panas ekstrem ternyata juga bisa memperparah kondisi kesehatan penderita penyakit jantung dan orang dengan riwayat stroke. Cuaca panas membuat tubuh lebih rentan dehidrasi dan jantung bekerja lebih keras.
Perubahan iklim berjalan beriringan dengan polusi udara yang semakin parah. Polusi udara merupakan salah satu pemicu utama berbagai masalah kesehatan pernapasan, seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Suhu panas ekstrem yang tidak terkendali membuat tubuh manusia menjadi rentang mengalami heatstroke yang sangat berbahaya dan mengancam nyawa.
Suhu yang semakin panas membuat bakteri juga lebih mudah untuk berkembang bisa dan mengkontaminasi makanan atau minuman. Itu membuat manusia menjadi lebih rentan terserang berbagai jenis penyakit akibat virus dan bakteri.
Perubahan iklim membuat bencana alam jadi lebih rentan terjadi. Ancaman keselamatan tersebut, ditambah dengan suhu ekstrem dan berbagai tekanan lain membuat masalah kesehatan mental lebih rentan terjadi.
Peningkatan karbon dioksida dalam laju perubahan iklim dapat mendorong pertumbuhan tanaman dan memproduksi lebih banyak serbuk sari, yang memperburuk alergi musiman seperti asma. (H-3)
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam hal mitigasi bencana yang tepat di tengah ancaman dampak perubahan iklim yang semakin besar.
MOMEN Global Climate Change Week 2025 (GCCW2025) yang berlangsung setiap akhir Oktober menjadi pengingat pentingnya kontribusi semua pihak untuk menekan laju perubahan iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved