Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Trump Resmikan 'Board of Peace' di Washington, Ambisi Damai Gaza di Tengah Boikot Sekutu

Thalatie K Yani
19/2/2026 06:02
Trump Resmikan 'Board of Peace' di Washington, Ambisi Damai Gaza di Tengah Boikot Sekutu
Donald Trump meluncurkan Board of Peace untuk rekonstruksi Gaza. Meski menjanjikan dana US$5 miliar, inisiatif ini dihujani kritik dan diboikot negara-negara Eropa.(White House)

PULUHAN pemimpin dunia dan delegasi nasional berkumpul di Washington DC pada Kamis (19/2) untuk pertemuan perdana Board of Peace bentukan Donald Trump. Namun, di balik kemegahan acara di Donald J. Trump Institute of Peace tersebut, inisiatif ini justru menuai kritik tajam dan penolakan dari sekutu utama Amerika Serikat.

Gedung Putih mengindikasikan pertemuan dewan ad hoc ini berfungsi sebagai ajang penggalangan dana besar-besaran. Melalui media sosial, Trump mengumumkan bahwa negara-negara anggota telah menjanjikan lebih dari US$5 miliar untuk membangun kembali Gaza yang hancur akibat perang.

"Negara-negara anggota juga telah berkomitmen mengerahkan ribuan personel untuk Pasukan Stabilisasi Internasional dan Polisi Lokal guna menjaga keamanan dan perdamaian bagi warga Gaza," klaim Presiden AS tersebut.

Diboikot Eropa dan Vatikan

Meskipun Trump menunjukkan rasa optimisme yang besar, skeptisisme global justru menguat. Pemimpin kunci Eropa seperti Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, serta pemimpin dari Inggris, Jerman, dan Prancis, secara tegas menolak bergabung. Mereka mengkritik ketidakjelasan sumber pendanaan serta mandat politik organisasi tersebut.

Pukulan telak lainnya datang dari Vatikan. Paus Leo XIV mengumumkan tidak akan bergabung karena menganggap badan ini berisiko mengambil alih otoritas organisasi internasional seperti PBB.

"Satu kekhawatiran adalah bahwa di tingkat internasional, seharusnya [Perserikatan Bangsa-Bangsa] yang mengelola situasi krisis ini. Ini adalah salah satu poin yang kami tekankan," ujar Kardinal Pietro Parolin, diplomat tinggi Vatikan.

Sengketa Mandat dan Implementasi di Lapangan

Delegasi yang hadir didominasi oleh negara-negara Timur Tengah seperti Israel, Arab Saudi, dan Qatar, serta negara-negara seperti Argentina dan Hungaria. Namun, pengamat melihat keanggotaan ini lebih sebagai upaya untuk "mencari muka" di hadapan pemerintahan Trump. Apalagi, terdapat usulan untuk mengamankan kursi permanen di dewan dengan donasi sebesar US$1 miliar.

Di lapangan, rencana perdamaian 100 hari yang disusun Jared Kushner dinilai jalan di tempat. Kelompok teknokrat yang dibentuk di bawah rencana Trump, National Committee for the Administration of Gaza (NCAG), saat ini masih tertahan di Kairo tanpa kejelasan wewenang.

"Kami menekankan bahwa kendali penuh atas administrasi, sipil, dan kepolisian oleh NCAG bukan sekadar prosedur; NCAG tidak dapat diharapkan memikul tanggung jawab tanpa kekuatan penuh yang diperlukan untuk melaksanakan mandatnya secara efektif," tulis akun resmi NCAG di platform X.

Realita di Gaza

Sementara diplomasi tingkat tinggi berlangsung di Washington, kondisi kemanusiaan di Gaza tetap kritis. Bantuan masuk dalam jumlah kecil, dan daftar barang yang dilarang Israel masih sangat ketat.

Aaron David Miller, pengamat dari Carnegie Endowment, menilai badan ini hanyalah cara Trump untuk memproyeksikan gerak diplomasi demi kemenangan cepat. Namun, tanpa kejelasan siapa yang akan memerintah dan menjamin keamanan di darat, kredibilitas Board of Peace terancam runtuh jika tidak segera memberikan hasil nyata bagi warga Gaza. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya