Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Investigasi Al Jazeera: Dugaan Israel Gunakan Bom Termobarik di Gaza, 2.842 Warga Palestina Hilang Tanpa Jasad

Dhika Kusuma Winata
14/2/2026 16:25
Investigasi Al Jazeera: Dugaan Israel Gunakan Bom Termobarik di Gaza, 2.842 Warga Palestina Hilang Tanpa Jasad
ilustrasi warga Gaza menjadi bulan-bulanan kejahatan tak berhenti dari Israel.(MI)

HASIL investigasi mendalam Al Jazeera mengungkap dugaan penggunaan amunisi termal dan termobarik oleh Israel. Senjata tersebut membuat ribuan warga Palestina lenyap alias menguap tanpa menyisakan jasad.

Senjata yang digunakan Israel di Gaza itu mampu menghasilkan suhu hingga 3.500 derajat Celsius. Laporan Al Jazeera menyebutkan, sejak perang meletus pada Oktober 2023, sedikitnya 2.842 warga Palestina tercatat hilang tanpa sisa tubuh utuh.

Data tersebut dihimpun secara forensik oleh tim Pertahanan Sipil Gaza. Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, menjelaskan metode pendataan yang mereka gunakan.

“Kami memasuki rumah yang menjadi sasaran serangan dan mencocokkan jumlah penghuni yang diketahui dengan jenazah yang ditemukan,” ujarnya kepada Al Jazeera.

“Jika keluarga menyebut ada lima orang di dalam dan kami hanya menemukan tiga jasad utuh, maka dua lainnya kami kategorikan ‘menguap’ setelah pencarian menyeluruh hanya menemukan jejak biologis seperti percikan darah di dinding atau fragmen kecil seperti kulit kepala,” tambahnya.

Salah satu kisah yang disorot terjadi pada 10 Agustus 2024 di sekolah al-Tabin, Gaza City. Yasmin Mahani mencari putranya, Saad, di antara reruntuhan bangunan yang masih berasap. Ia menemukan suaminya dalam kondisi histeris tetapi tidak ada jejak sang anak.

“Saya masuk ke masjid dan merasa seperti menginjak daging dan darah,” kata Mahani.

“Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jasad untuk dimakamkan. Itu bagian yang paling menyakitkan," imbuhnya.

Menurut investigasi tersebut, Israel diduga memakai senjata termobarik atau yang sering disebut bom vakum atau aerosol. Bom tersebut menyebarkan awan bahan bakar sebelum meledak dan menciptakan bola api raksasa serta efek tekanan hampa. Suhu ledakan dapat melampaui 3.000 derajat Celsius.

Investigasi itu juga menyoroti penggunaan tritonal, campuran TNT dan bubuk aluminium, yang terdapat pada bom buatan Amerika Serikat seperti MK-84. Panas ekstrem yang dihasilkan disebut mampu membakar jaringan tubuh dalam hitungan detik.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Munir Al Bursh, menjelaskan dampak biologis suhu ekstrem tersebut.

“Titik didih air adalah 100 derajat Celsius. Ketika tubuh terpapar energi di atas 3.000 derajat disertai tekanan dan oksidasi besar, cairan tubuh langsung mendidih. Jaringan menguap dan berubah menjadi abu. Secara kimia, itu tak terelakkan," ucapnya.

Laporan tersebut mengidentifikasi sejumlah amunisi buatan AS yang diduga digunakan di Gaza, termasuk bom MK-84. Ada pula bom penghancur bunker BLU-109 dengan hulu ledak PBXN-109, serta bom luncur presisi GBU-39.

Menurut ahli, GBU-39 dirancang untuk menjaga struktur bangunan tetap relatif utuh, namun menghancurkan seluruh isi di dalamnya. Senjata tersebut membunuh melalui gelombang tekanan yang merobek paru-paru dan gelombang panas yang membakar jaringan lunak.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel terkait temuan tersebut. Namun, laporan tersebut menambah sorotan terhadap metode dan dampak operasi militer di Gaza. (Dhk/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya