Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Netanyahu Dorong Trump Lebih Keras ke Iran

Dhika Kusuma Winata
11/2/2026 15:03
Netanyahu Dorong Trump Lebih Keras ke Iran
Ilustrasi(Anadolu)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Rabu waktu setempat. Agenda utamanya mendorong Washington mengambil sikap lebih keras dalam perundingan nuklir dengan Iran.

Netanyahu disebut mempercepat kunjungannya ke Washington di tengah berlanjutnya dialog antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali digelar pekan lalu di Oman.

Sehari sebelum pertemuan, Trump menyatakan tengah mempertimbangkan pengiriman armada militer tambahan ke Timur Tengah guna meningkatkan tekanan terhadap Teheran agar menyetujui kesepakatan nuklir.

“Entah kita mencapai kesepakatan atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras seperti terakhir kali,” ujar Trump kepada Axios.

“Kami memiliki armada yang sedang menuju ke sana dan mungkin akan ada satu lagi yang dikirim," imbuhnya.

Trump, yang pada Juni tahun lalu memerintahkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran saat perang 12 hari antara Israel dan Iran, juga mengatakan kepada Fox Business kesepakatan apa pun harus mencakup soal senjata nuklir.

Dia menuding Teheran selama bertahun-tahun sangat tidak jujur kepada AS. Sementara itu, Iran memperingatkan adanya pengaruh terhadap diplomasi menjelang kunjungan Netanyahu.

Ini menjadi kunjungan keenam Netanyahu ke Amerika Serikat sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025. Selain isu nuklir, Netanyahu diperkirakan akan menekan Trump agar bersikap lebih tegas terhadap program rudal balistik Iran.

“Saya akan menyampaikan kepada presiden pandangan kami mengenai prinsip-prinsip dalam perundingan tersebut,” kata Netanyahu dalam pernyataan video sebelum bertolak ke Washington.

Kekhawatiran Israel memuncak dalam konflik tahun lalu ketika Iran meluncurkan gelombang rudal balistik dan proyektil lain ke wilayah Israel yang menghantam target militer maupun sipil.

Sejauh ini, Teheran menolak memperluas ruang lingkup pembicaraan dengan Washington di luar isu nuklir. Namun, Amerika Serikat ingin agar program rudal balistik Iran serta dukungan Teheran terhadap kelompok militan regional turut dibahas dalam perundingan. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya