Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak. Ia mengatakan bahwa Jeffrey Epstein tidak bekerja untuk Israel. Demikian laporan Anadolu, Jumat (6/2).
Harian Jerusalem Post melaporkan bahwa hubungan Barak dengan Epstein mendapat perhatian media yang luas setelah keduanya bertemu beberapa kali pada 2015 dan 2016, bertahun-tahun setelah Epstein pertama kali dihukum secara pidana. Foto-foto yang beredar saat itu menunjukkan Barak memasuki kediaman Epstein di Manhattan, New York.
Dalam komentar publik pertamanya tentang dokumen Epstein, Netanyahu menulis di perusahaan media sosial AS X, "Hubungan dekat yang tidak biasa Epstein dengan Ehud Barak tidak menunjukkan bahwa Epstein bekerja untuk Israel. Justru sebaliknya."
"Terjebak dalam kekalahan pemilu lebih dari dua dekade lalu, Barak selama bertahun-tahun secara obsesif berusaha merusak demokrasi Israel dengan bekerja sama dengan kelompok kiri radikal anti-Zionis dalam upaya yang gagal untuk menggulingkan pemerintah Israel yang terpilih," tambahnya merujuk pada pemerintahannya sendiri.
Netanyahu menuduh Barak terlibat dalam aktivitas secara terbuka dan di balik layar untuk melemahkan pemerintah Israel, termasuk memicu gerakan protes massal, mengobarkan kerusuhan, dan menyebarkan narasi media yang salah.
Barak menjadi kritikus vokal Netanyahu selama bertahun-tahun dan berulang kali menyerukan penggulingan pemerintah.
Pada pertengahan 2025, Barak bergabung dengan sekitar 3.000 profesional medis dan kesehatan Israel dalam menandatangani petisi yang mendesak pemerintah untuk mengamankan pembebasan para tawanan yang ditahan oleh faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza, bahkan jika itu membutuhkan penghentian perang yang dimulai pada 8 Oktober 2023 dan berlangsung selama dua tahun.
Pada Jumat, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan rilis lebih dari 3 juta berkas tambahan kepada publik sebagai bagian dari investigasi Epstein.
Epstein, seorang pengusaha AS yang dituduh menjalankan operasi perdagangan seks skala besar yang melibatkan gadis-gadis di bawah umur, beberapa di antaranya berusia 14 tahun, ditemukan tewas di penjara New York pada 2019 saat berada dalam tahanan.
Berkas kasus tersebut mencakup nama-nama sejumlah tokoh terkenal, di antaranya mantan Pangeran Inggris Andrew, mantan Presiden AS Bill Clinton, Presiden AS saat ini Donald Trump, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, penyanyi Michael Jackson, dan mantan Gubernur New Mexico Bill Richardson. (MEM/I-2)
Benarkah video Benjamin Netanyahu berjari enam hasil rekayasa AI? Simak hasil cek fakta lengkap terkait rumor kematian PM Israel di tengah perang Iran 2026.
Benarkah Benjamin Netanyahu meninggal dan digantikan video AI? Simak fakta di balik klaim 'enam jari' dan spekulasi keterlibatan Donald Trump di sini.
Video pidato Benjamin Netanyahu picu kontroversi. Netizen klaim rekayasa AI karena jari keenam di tengah perang Iran-Israel. Simak analisis lengkapnya.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pertama kali tampil sejak konflik AS-Israel melawan Iran pecah. Netanyahu mengungkap ambisi akan menggulingkan rezim Mojtaba Khamenei.
Warga perbatasan Israel protes pemotongan dana rehabilitasi 150 juta shekel demi anggaran perang. Kebijakan ini dinilai mengancam pemulihan sipil di wilayah konflik.
Di tengah hujan rudal balistik Iran, beredar narasi mengenai tewasnya Iddo Netanyahu, adik bungsu PM Israel. Berbagai pihak menilai ini sengaja diembuskan untuk mengguncang moral publik.
SUATU dokumen FBI pada 2020 yang termasuk dalam berkas Epstein menuduh bahwa miliarder paedofil Jeffrey Epstein dilatih sebagai mata-mata di bawah mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved