Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa opsi serangan militer terhadap Iran belum diperlukan untuk saat ini.
Meski mendapat desakan kuat dari Israel, pemerintah AS menyatakan masih memprioritaskan jalur diplomasi guna menyelesaikan persoalan program nuklir Teheran.
Berdasarkan laporan Axios pada Selasa (3/2), perbedaan pandangan ini muncul di tengah kunjungan sejumlah pejabat militer senior Israel ke Washington.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, memberikan pengarahan mendalam kepada Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengenai dinamika keamanan terkini di Timur Tengah.
Namun, upaya Israel untuk menarik AS ke dalam aksi militer tampaknya menemui jalan buntu. Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa pertemuan tingkat tinggi tersebut tidak mengubah pendirian Gedung Putih maupun Presiden Trump.
"Dapat dikatakan dengan aman bahwa tidak ada hasil dari pertemuan itu yang mengubah pandangan dia maupun presiden terkait serangan terhadap Iran. Sebenarnya Israel yang menginginkan serangan. Presiden sama sekali belum sampai ke titik itu," ujar pejabat tersebut kepada Axios.
Keengganan Trump untuk menempuh jalur kekerasan juga dikonfirmasi oleh pejabat senior lainnya.
Menurutnya, presiden benar-benar berupaya menghindari langkah militer. Pandangan ini didukung oleh tiga penasihat utama Trump yang menilai bahwa operasi militer saat ini adalah langkah keliru yang berpotensi merusak kebijakan regional serta internasional yang sedang dibangun AS.
Di lingkungan internal Gedung Putih, banyak pihak bersikap skeptis terhadap efektivitas serangan. Mereka khawatir tindakan militer justru akan menjadi bumerang bagi kepentingan strategis AS di masa depan.
Meski tensi meningkat, Trump tetap bergerak di jalur negosiasi. Ia dilaporkan telah mengutus Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Jumat mendatang.
Pertemuan ini bertujuan menjajaki peluang kesepakatan nuklir baru yang dianggap lebih adil dan seimbang oleh Washington.
Pemerintah AS membantah spekulasi bahwa utusan tersebut dikirim hanya sebagai kedok untuk melancarkan serangan mendadak. Fokus utama mereka saat ini adalah memastikan Iran bersedia meninggalkan ambisi senjata nuklirnya secara total.
Walaupun Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dinilai belum siap menerima syarat-syarat berat dari AS, Trump tetap mempertahankan tekanannya. Pada Januari lalu, ia secara terbuka menyebut adanya armada besar yang bergerak menuju Iran sebagai bentuk peringatan.
Trump memperingatkan bahwa jika kesepakatan gagal dicapai, konsekuensi militer di masa depan akan jauh lebih fatal. Namun, selama pintu dialog masih terbuka, Washington memilih untuk menyimpan senjata mereka dan mengedepankan meja perundingan. (Z-1)
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia jika negara adidaya itu melakukan serangan.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung dengan hasil yang menggembirakan. Dialog oleh kedua belah negara dilakukan di Oman
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved