Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Donald Trump Pilih Jalur Diplomasi, Tolak Desakan Israel untuk Serang Iran

Basuki Eka Purnama
04/2/2026 10:44
Donald Trump Pilih Jalur Diplomasi, Tolak Desakan Israel untuk Serang Iran
Presiden AS Donald Trump(AFP/SAUL LOEB)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa opsi serangan militer terhadap Iran belum diperlukan untuk saat ini. 

Meski mendapat desakan kuat dari Israel, pemerintah AS menyatakan masih memprioritaskan jalur diplomasi guna menyelesaikan persoalan program nuklir Teheran.

Berdasarkan laporan Axios pada Selasa (3/2), perbedaan pandangan ini muncul di tengah kunjungan sejumlah pejabat militer senior Israel ke Washington. 

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, memberikan pengarahan mendalam kepada Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengenai dinamika keamanan terkini di Timur Tengah.

Namun, upaya Israel untuk menarik AS ke dalam aksi militer tampaknya menemui jalan buntu. Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa pertemuan tingkat tinggi tersebut tidak mengubah pendirian Gedung Putih maupun Presiden Trump.

"Dapat dikatakan dengan aman bahwa tidak ada hasil dari pertemuan itu yang mengubah pandangan dia maupun presiden terkait serangan terhadap Iran. Sebenarnya Israel yang menginginkan serangan. Presiden sama sekali belum sampai ke titik itu," ujar pejabat tersebut kepada Axios.

Keengganan Trump dan Skeptisisme Penasihat

Keengganan Trump untuk menempuh jalur kekerasan juga dikonfirmasi oleh pejabat senior lainnya. 

Menurutnya, presiden benar-benar berupaya menghindari langkah militer. Pandangan ini didukung oleh tiga penasihat utama Trump yang menilai bahwa operasi militer saat ini adalah langkah keliru yang berpotensi merusak kebijakan regional serta internasional yang sedang dibangun AS.

Di lingkungan internal Gedung Putih, banyak pihak bersikap skeptis terhadap efektivitas serangan. Mereka khawatir tindakan militer justru akan menjadi bumerang bagi kepentingan strategis AS di masa depan.

Upaya Negosiasi di Balik Layar

Meski tensi meningkat, Trump tetap bergerak di jalur negosiasi. Ia dilaporkan telah mengutus Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Jumat mendatang. 

Pertemuan ini bertujuan menjajaki peluang kesepakatan nuklir baru yang dianggap lebih adil dan seimbang oleh Washington.

Pemerintah AS membantah spekulasi bahwa utusan tersebut dikirim hanya sebagai kedok untuk melancarkan serangan mendadak. Fokus utama mereka saat ini adalah memastikan Iran bersedia meninggalkan ambisi senjata nuklirnya secara total.

Walaupun Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dinilai belum siap menerima syarat-syarat berat dari AS, Trump tetap mempertahankan tekanannya. Pada Januari lalu, ia secara terbuka menyebut adanya armada besar yang bergerak menuju Iran sebagai bentuk peringatan.

Trump memperingatkan bahwa jika kesepakatan gagal dicapai, konsekuensi militer di masa depan akan jauh lebih fatal. Namun, selama pintu dialog masih terbuka, Washington memilih untuk menyimpan senjata mereka dan mengedepankan meja perundingan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya