Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

AS Bahas Iran dengan Israel dan Arab Saudi, Donald Trump Timbang Opsi Serangan

Ferdian Ananda Majni
30/1/2026 11:03
AS Bahas Iran dengan Israel dan Arab Saudi, Donald Trump Timbang Opsi Serangan
Presiden AS Donald Trump(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI )

PEMERINTAHAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar pertemuan tertutup dengan pejabat tinggi Israel dan Arab Saudi di Washington untuk membahas Iran, di tengah pertimbangan serius opsi serangan militer terhadap Teheran.

Dua sumber yang mengetahui jalannya pertemuan tersebut mengatakan bahwa diplomasi militer ini berlangsung seiring meningkatnya ketegangan kawasan, ditandai dengan penguatan kehadiran militer AS di Timur Tengah.

Tekanan terhadap Iran kembali ditegaskan Trump pada Rabu (28/1) waktu setempat. Ia mendesak Teheran segera berunding untuk mencapai kesepakatan baru terkait senjata nuklir atau bersiap menghadapi serangan dari AS. 

Menanggapi ultimatum tersebut, Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap agresi akan dibalas dengan serangan yang lebih besar.

Dalam rangkaian pertemuan itu, Kepala Intelijen Militer Israel Jenderal Shlomi Binder dilaporkan mengadakan diskusi intensif dengan pejabat senior Pentagon, CIA serta Gedung Putih pada Selasa dan Rabu.

"Binder disebut telah membagikan data intelijen mengenai target-target potensial di wilayah Iran," kata salah satu sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman juga berada di Washington untuk bertemu dengan para pejabat tinggi AS. 

Menurut sumber, ancaman Iran menjadi fokus utama dalam agenda pembicaraan tersebut.

"Meskipun terlibat dalam pembicaraan tingkat tinggi, Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya diketahui berupaya meredam situasi demi mencegah pecahnya perang yang lebih luas di kawasan tersebut," sebutnya.

Sikap Arab Saudi untuk menghindari eskalasi konflik juga ditegaskan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Dalam komunikasi dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, ia menyampaikan bahwa Riyadh tidak ingin terseret dalam konflik terbuka.

"Riyadh tidak akan mengizinkan wilayah udara atau wilayah kedaulatannya digunakan untuk aksi militer terhadap Teheran," demikian laporan kantor berita resmi Saudi, SPA, pekan ini.

Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait pertemuan-pertemuan tersebut. 

Namun, sejumlah sumber menyebut Trump masih mempertimbangkan berbagai opsi kebijakan terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan terbatas yang menyasar aparat keamanan dan elite kepemimpinan Iran dengan tujuan memicu tekanan domestik.

Di sisi lain, pejabat Israel dan Arab juga menyampaikan catatan kritis terhadap skenario tersebut. Mereka menilai bahwa kekuatan udara saja tidak akan mampu menumbangkan para penguasa ulama di Iran.

Sumber internal dan seorang pejabat AS menegaskan bahwa hingga saat ini Trump belum mengambil keputusan akhir mengenai langkah yang akan ditempuh, termasuk apakah opsi militer benar-benar akan dijalankan atau jalur diplomasi tetap diprioritaskan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya