Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pejabat Amerika Serikat berada di belakang pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman. Ini dikatakan sebagai balas budi kepada Israel terkait pembunuhan seorang anggota terkemuka Al-Qaeda.
Sumber intelijen mengatakan itu kepada Business Insider. Dua pejabat, satu dari Israel dan satu lagi yang telah bekerja di Arab Saudi dari negara Eropa, menggambarkan latar belakang pertemuan rahasia selama KTT G20, baru-baru ini.
Benyamin Netanyahu bertemu dengan Muhammad bin Salman merupakan pencapaian luar biasa bagi dua negara dengan sejarah permusuhan selama puluhan tahun. Pertemuan itu rahasia, tetapi menjadi perhatian publik setelah rinciannya dipublikasikan oleh media Israel.
Usai pemberitaan tersebut, Arab Saudi dengan tegas membantah telah terjadi pertemuan. Tetapi kedua pejabat tadi menegaskan bahwa pertemuan itu benar terjadi.
Keduanya telah memberi penjelasan tentang yang terjadi dan meminta anonimitas karena membahas masalah diplomatik yang sensitif.
Mereka menganggap pertemuan itu sebagai hadiah dari para pejabat AS kepada Israel karena telah membantu mereka terkait pembunuhan Abu Mohammed al Masri pada Agustus. Ia merupakan tokoh senior Al-Qaeda yang tinggal di Iran.
Menurut The New York Times, pertemuan G20 menjadi media untuk mengumumkan bahwa Arab Saudi akan secara resmi mengakui Israel, setelah kesepakatan serupa dengan Sudan, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Pejabat Israel yang berbicara dengan Insider mengatakan, "Ini seharusnya menjadi langkah terakhir dalam proses tersebut." Pejabat itu menasihati mitra koalisi Netanyahu dan saingan politik, Bennie Gantz.
"(Menteri Luar Negeri Mike) Pompeo telah membuat kesepakatan dengan Israel atas Masri. Israel akan melakukan ini untuk membantu Amerika melenyapkan teroris, sambil menarik perhatian orang-orang Al-Qaeda yang masih di Iran," kata pejabat itu.
"Rencananya yaitu Bahrain, Sudan, dan UEA untuk normalisasi (dengan Israel) kemudian menghasilkan pembunuhan Masri sebagai bukti bahwa Iran bekerja dengan Al-Qaeda. Saudi akan bergerak untuk menormalkan hubungan ketika Donald Trump terpilih kembali dan akan ada beberapa semacam konfrontasi regional dengan Iran. "
Tapi Trump kalah, Saudi mengambil pertemuan, dan kemudian bertindak marah (bahwa) itu bocor dan Bibi (nama panggilan Netanyahu) harus terbang pulang dengan mengetahui bahwa Saudi telah selesai dengan Trump.
Pejabat itu mengatakan bahwa Saudi tidak mau bergerak lagi sampai pemerintahan baru tiba dan pejabat (AS baru) dapat berbicara dengan diplomat Saudi.
Ketika ditanya apakah rencana itu bisa berjalan, pejabat Israel itu tertawa dan mengatakan, "Itu tidak akan pernah berhasil."
Dia menyalahkan Pompeo, Bibi, serta para idiot dan penipu yang bekerja di semua sisi. Ia mengatakan tujuan sebenarnya yakni merusak hubungan dengan Iran sehingga Presiden terpilih Joe Biden akan memiliki sedikit ruang untuk memperbaikinya.
Seorang pejabat kedua, yang hingga baru-baru ini ditempatkan di Riyadh oleh badan intelijen Eropa, setuju bahwa pertemuan itu menjadi hadiah dari AS, tetapi menganggapnya gagal mencapai tujuan untuk pengakuan eksplisit.
"Amerika berutang kepada Israel terkait pertemuan ini," katanya. "Tentu saja Pompeo dan (Jared) Kushner ingin membuat Saudi menandatangani kesepakatan itu."
Pejabat itu mengatakan bahwa Pompeo dan Kushner terlalu berlebihan soal itu. Pasalnya para penguasa Saudi ingin kompromi dengan pemerintahan Biden yang akan datang. Sangat mungkin (Saudi) menggelar pertemuan itu dengan mengetahui mereka harus menolak langkah terakhir pengakuan itu dan hal tersebut akan bocor ke publik.
"Rezim Arab selalu berbohong kepada rakyatnya dengan mengatakan pertemuan itu tidak terjadi, meskipun itu diketahui semua orang. Saudi bisa memberi tahu seluruh dunia Arab dan Muslim, 'Itu hanya pertemuan, kami akan menyangkal. Itu karena tidak ada kesepakatan yang dibuat.'"
"Jadi mereka bisa menyangkalnya dan mempersiapkan rakyat mereka sendiri melihat ke depan. Rakyat Saudi dan Israel yang akan menentukan." (OL-14)
ANGGOTA Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini minta keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza atau (Board of Peace) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump takdisalahartikan
PEMERINTAH Indonesia resmi menyatakan bergabung ke dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
AS resmi keluar dari WHO per Januari 2026. Trump hentikan total pendanaan 18%, memicu krisis manajemen dan pengurangan staf besar-besaran di WHO.
INTERAKSI Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencuri perhatian dalam penandatanganan Board of Peace Charter di Davos, Swiss, Kamis (22/1).
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan keterlibatan aktif Indonesia sekaligus menandai mulai beroperasinya Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace
PRESIDEN Prabowo Subianto berharap setelah Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace), perdamaian akan tercapai. Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
DI tengah rezim Iran yang semakin terdesak, menghadapi tekanan luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri, mata uang kripto muncul sebagai alternatif keuangan bagi banyak warganya.
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved