Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuka jalan bagi pengenaan tarif impor tambahan terhadap negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba. Kebijakan tersebut diumumkan Kamis (29/1) dan resmi berlaku mulai 30 Januari pukul 00.01 waktu setempat.
Dalam dokumen itu disebutkan bahwa Amerika Serikat dapat mengenakan bea masuk ad valorem tambahan atas barang impor dari negara mana pun yang secara langsung maupun tidak langsung menyalurkan minyak mentah atau produk minyak bumi ke Kuba. Definisi “minyak” dalam aturan ini mencakup minyak mentah dan seluruh turunan produk petroleum.
Perintah tersebut memberi mandat kepada Menteri Perdagangan AS untuk mengidentifikasi negara yang terlibat dalam penjualan minyak ke Kuba serta menyusun aturan pelaksanaannya. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS bertugas menentukan apakah tarif tambahan perlu diberlakukan dan dalam besaran apa. Keputusan akhir tetap berada di tangan presiden berdasarkan rekomendasi kedua pejabat tersebut.
Selain itu, aturan ini memberi kewenangan kepada kementerian terkait untuk menangguhkan regulasi, menerbitkan pemberitahuan di Federal Register, serta membuat ketentuan turunan guna memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif.
Trump menilai kebijakan dan tindakan pemerintah Kuba sebagai ancaman serius bagi keamanan nasional dan kepentingan luar negeri AS. Penilaian inilah yang menjadi dasar penerbitan perintah eksekutif tersebut.
Pada hari yang sama, Trump juga melontarkan ancaman tarif 50 persen terhadap pesawat yang dijual ke AS dari Kanada. Ancaman itu dikaitkan dengan proses sertifikasi jet bisnis buatan perusahaan AS, Gulfstream Aerospace.
Trump menuduh otoritas Kanada menolak atau memperlambat sertifikasi sejumlah model Gulfstream, termasuk seri 500, 600, 700, dan 800. Sebagai respons, ia menyatakan akan mencabut sertifikasi pesawat buatan Kanada, termasuk produksi Bombardier, sampai proses sertifikasi Gulfstream disetujui.
Langkah ini menandai peningkatan ketegangan dagang di sektor penerbangan antara kedua negara, sekaligus memperlihatkan pendekatan Trump yang semakin agresif dalam menggunakan instrumen tarif sebagai alat diplomasi ekonomi. (Ant/E-3)
Enam tentara AS tewas setelah pesawat KC-135 jatuh di Irak. Pentagon tutup mulut soal detail korban KIA dan WIA di tengah eskalasi perang yang terus memakan korban.
Ledakan guncang aksi Hari Al-Quds di Tehran. Satu tewas saat agresi AS-Israel di Iran tembus 1.300 korban jiwa. Pemimpin Baru Mojtaba Khamenei serukan perlawanan.
Pendiri FPCI Dino Patti Djalal desak Presiden AS Donald Trump hentikan serangan ke Iran, stop manipulasi Netanyahu, dan fokus pada kemerdekaan Palestina.
Menurut Haryo, pemerintah telah melakukan komunikasi dengan United States Trade Representative (USTR) terkait kebijakan investigasi yang juga melibatkan sejumlah negara lain.
Iran bersumpah akan membuat AS menyesal atas agresi militer yang menewaskan 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Simak selengkapnya.
Ribuan orang saat itu berkumpul membawa bendera serta spanduk bertuliskan 'mati untuk Amerika dan mati untuk Israel'.
Ekuador usir Dubes Kuba setelah Trump wacanakan "friendly takeover". Menlu Kuba sebut langkah ini akibat tekanan agresif AS untuk isolasi Havana di kawasan.
Penjaga pantai Kuba menembak mati 4 warga Kuba yang menetap di AS dalam insiden speedboat berbendera Florida.
Otoritas Kuba merilis detail identitas 10 orang di speedboat Florida yang terlibat baku tembak. Ditemukan senapan serbu hingga bom Molotov untuk misi infiltrasi.
Wakil Presiden AS JD Vance mengonfirmasi Gedung Putih tengah memantau ketat insiden penembakan speedboat berbendera Florida oleh pasukan perbatasan Kuba.
Jaksa Agung Florida memulai investigasi atas insiden penembakan speedboat terdaftar AS oleh penjaga pantai Kuba yang menewaskan empat orang.
Empat orang tewas dan enam lainnya luka-luka setelah speedboat berbendera AS terlibat kontak senjata dengan penjaga perbatasan Kuba di dekat Cayo Falcones.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved