Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Donald Trump Ancam Naikkan Tarif Impor ke Negara yang Jual Minyak ke Kuba

Andhika Prasetyo
31/1/2026 10:12
Donald Trump Ancam Naikkan Tarif Impor ke Negara yang Jual Minyak ke Kuba
Presiden Amerika Serikat Donald Trump(Anadolu)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuka jalan bagi pengenaan tarif impor tambahan terhadap negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba. Kebijakan tersebut diumumkan Kamis (29/1) dan resmi berlaku mulai 30 Januari pukul 00.01 waktu setempat.

Dalam dokumen itu disebutkan bahwa Amerika Serikat dapat mengenakan bea masuk ad valorem tambahan atas barang impor dari negara mana pun yang secara langsung maupun tidak langsung menyalurkan minyak mentah atau produk minyak bumi ke Kuba. Definisi “minyak” dalam aturan ini mencakup minyak mentah dan seluruh turunan produk petroleum.

Perintah tersebut memberi mandat kepada Menteri Perdagangan AS untuk mengidentifikasi negara yang terlibat dalam penjualan minyak ke Kuba serta menyusun aturan pelaksanaannya. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS bertugas menentukan apakah tarif tambahan perlu diberlakukan dan dalam besaran apa. Keputusan akhir tetap berada di tangan presiden berdasarkan rekomendasi kedua pejabat tersebut.

Selain itu, aturan ini memberi kewenangan kepada kementerian terkait untuk menangguhkan regulasi, menerbitkan pemberitahuan di Federal Register, serta membuat ketentuan turunan guna memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif.

Trump menilai kebijakan dan tindakan pemerintah Kuba sebagai ancaman serius bagi keamanan nasional dan kepentingan luar negeri AS. Penilaian inilah yang menjadi dasar penerbitan perintah eksekutif tersebut.

Sengketa Dagang Pesawat dengan Kanada

Pada hari yang sama, Trump juga melontarkan ancaman tarif 50 persen terhadap pesawat yang dijual ke AS dari Kanada. Ancaman itu dikaitkan dengan proses sertifikasi jet bisnis buatan perusahaan AS, Gulfstream Aerospace.

Trump menuduh otoritas Kanada menolak atau memperlambat sertifikasi sejumlah model Gulfstream, termasuk seri 500, 600, 700, dan 800. Sebagai respons, ia menyatakan akan mencabut sertifikasi pesawat buatan Kanada, termasuk produksi Bombardier, sampai proses sertifikasi Gulfstream disetujui.

Langkah ini menandai peningkatan ketegangan dagang di sektor penerbangan antara kedua negara, sekaligus memperlihatkan pendekatan Trump yang semakin agresif dalam menggunakan instrumen tarif sebagai alat diplomasi ekonomi. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya