Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Apa yang Terjadi saat Alex Pretti Ditembak Agen Imigrasi AS, Ini Fakta Lengkapnya

Ferdian Ananda Majni
26/1/2026 13:39
Apa yang Terjadi saat Alex Pretti Ditembak Agen Imigrasi AS, Ini Fakta Lengkapnya
Keluarga Alex Pretti menyampaikan kemarahan dan kesedihan mendalam atas kematian anggota keluarga mereka.(Antara/Tangkapan Layar )

PENEMBAKAN terhadap perawat ICU Alex Pretti, 37, oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di Minneapolis memicu gelombang kemarahan publik dan tuntutan penyelidikan independen, di tengah meningkatnya ketegangan akibat operasi penegakan imigrasi pemerintahan Donald Trump.

Peristiwa ini menambah daftar kontroversi operasi ICE di Minneapolis, yang sebelumnya juga diguncang kematian Renee Nicole Good, 37 pada awal Januari. Insiden terbaru terjadi pada Sabtu (24/1) ketika demonstrasi berlangsung di sejumlah titik kota.

Berikut fakta dan kontroversi di balik kematian Alex Pretti di Minneapolis

Dituduh Membawa Senjata Api

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat menyatakan penembakan dilakukan karena Pretti diduga membawa senjata api dan melawan petugas ketika diminta melucuti senjatanya. Versi resmi menyebutkan agen ICE bertindak untuk membela diri.

Namun, rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan situasi berbeda. Dalam video tersebut, Pretti tampak merekam aksi petugas ICE yang mendorong seorang demonstran perempuan. Tak lama kemudian, seorang agen menyemprotkan cairan merica ke arah Pretti dan dua orang lainnya.

Beberapa agen kemudian terlihat berusaha menahan Pretti, memukulnya, hingga akhirnya melepaskan tembakan berulang kali. Kepala Kepolisian Minneapolis, Brian O'Hara, menyatakan Pretti merupakan pemilik senjata api yang sah dan tidak memiliki catatan kriminal, selain pelanggaran lalu lintas.

Gubernur Minnesota Buka Penyelidikan

Gubernur Minnesota Tim Walz mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang menjijikkan. Ia mendesak agar penyelidikan dilakukan oleh otoritas negara bagian, bukan federal, karena menyatakan ketidakpercayaannya terhadap pemerintah pusat.

"Sudah lama ini bukan lagi masalah penegakan hukum imigrasi," kata Walz.

Walz memang kerap berselisih dengan Presiden AS Donald Trump, terutama sejak penembakan Renee Good. 

Trump, di sisi lain, justru menyalahkan Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey atas situasi yang memburuk.

"Apa maksud semua ini? Di mana polisi setempat? Mengapa mereka tidak diizinkan melindungi petugas ICE?" tulis Trump melalui media sosial.

Respons Keluarga Pretti

Keluarga Alex Pretti menyampaikan kemarahan dan kesedihan mendalam atas kematian anggota keluarga mereka. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Sabtu (24/1), keluarga menggambarkan Pretti sebagai pribadi berhati baik dan penuh kepedulian.

"Alex adalah sosok berhati baik yang sangat peduli pada keluarga dan teman-temannya, serta para veteran Amerika yang ia rawat sebagai perawat ICU di rumah sakit VA Minneapolis," demikian pernyataan keluarga, seperti dikutip CNN, Senin (26/1).

Keluarga dengan tegas membantah klaim bahwa Pretti berniat melukai petugas ICE. Mereka menegaskan bahwa hingga detik terakhir, Pretti tidak memegang senjata.

"Saya tidak sembarangan menggunakan istilah pahlawan. Pikiran dan tindakan terakhirnya adalah untuk melindungi seorang perempuan," kata orang tua Pretti.

Keluarga juga mengeluarkan pernyataan keras terhadap aparat yang terlibat.

"Alex jelas tidak memegang senjata saat diserang oleh preman ICE yang pengecut dan pembunuh bayaran suruhan Trump," ujar keluarga.

Menurut keterangan mereka, tangan kanan Pretti memegang ponsel, sementara tangan kirinya yang kosong diangkat ke atas kepala untuk melindungi seorang perempuan yang sebelumnya didorong hingga terjatuh oleh petugas ICE.

"Tolong ungkapkan kebenaran tentang anak kami. Dia pria yang baik," lanjut pernyataan tersebut.

Hakim Perintahkan Bukti Dilindungi

Hakim Distrik Amerika Serikat Eric Tostrud mengeluarkan perintah sementara yang melarang lembaga federal menghancurkan atau mengubah bukti terkait penembakan fatal tersebut. 

Perintah itu mencakup seluruh barang yang dipindahkan dari lokasi kejadian dan dikeluarkan pada hari yang sama dengan insiden.

Kasus ini semakin memperkuat sorotan publik terhadap operasi penegakan imigrasi pemerintahan Trump, yang dinilai banyak pihak telah melampaui batas dan memicu krisis kepercayaan antara warga, pemerintah lokal dan aparat federal. (CNN/Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya