Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras bagi warga negaranya yang masih berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut. Imbauan ini muncul di tengah gelombang protes berdarah yang dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.850 demonstran dalam dua pekan terakhir.
"Saya akan katakan bahwa keluar dari sana (Iran) bukanlah ide yang buruk," ujar Trump saat berbicara kepada wartawan di pabrik perakitan truk Ford F-150 di Michigan. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pertanyaan apakah warga AS atau warga negara sekutu harus segera mengungsi dari wilayah Iran.
Simpang Siur Jumlah Korban
Meskipun lembaga hak asasi manusia berbasis di AS melaporkan ribuan korban jiwa, Trump mengakui bahwa pemerintahannya belum mendapatkan data yang pasti. Ia menyatakan laporan yang masuk kepadanya masih sangat beragam.
"Tidak ada yang bisa memberi saya angka yang akurat," kata Trump. "Saya telah mendengar angka-angka mulai dari, semuanya banyak, satu (nyawa) saja sudah banyak, tapi saya mendengar angka yang jauh lebih rendah, dan saya mendengar angka yang jauh lebih tinggi. Kita akan tahu. Kita mungkin akan mengetahuinya dalam 24 jam ke depan."
Presiden Trump dijadwalkan bertemu dengan tim keamanan nasional senior pada Selasa sore waktu setempat guna membahas opsi penanganan krisis Iran. Namun, ia dihadapkan pada pilihan sulit yang penuh risiko.
Di satu sisi, utusan luar negeri Steve Witkoff dilaporkan telah menerima pesan "damai" dari Menteri Luar Negeri Iran akhir pekan lalu. Beberapa pejabat senior menganggap ini adalah sinyal bahwa rezim Iran siap berdialog dan mendorong Trump untuk mengambil kesempatan kesepakatan tersebut.
Namun, pejabat lain merasa skeptis dan menilai Teheran hanya mencoba mengulur waktu guna menghindari serangan AS. Trump sendiri menegaskan bahwa dirinya tidak akan menunggu proses negosiasi jika memang harus bertindak.
Jika opsi militer dipilih, Trump harus menentukan target serangan, apakah elemen program nuklir, gedung pemerintah di Teheran, atau fasilitas keamanan lainnya. Namun, pejabat AS memperingatkan bahwa setiap serangan di dalam wilayah Iran berisiko memicu balasan terhadap fasilitas Amerika di Timur Tengah.
Selain serangan fisik, Trump juga mempertimbangkan opsi "lunak" yang mencakup:
Para pejabat menekankan bahwa setiap keputusan memiliki risiko masing-masing. Di satu sisi, tindakan militer dikhawatirkan memicu efek "bersatu di bawah bendera" yang justru memperkuat rezim. Di sisi lain, jika tidak mengambil tindakan apa pun, ancaman yang selama ini dilontarkan Trump akan dianggap kosong oleh dunia internasional. (CNN/Z-2)
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
PEMERINTAH mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berencana melakukan perjalanan ke Iran untuk menunda rencana tersebut.
Menlu Sugiono menginstruksikan Duta Besar Republik Indonesia di Teheran untuk segera mempersiapkan langkah-langkah kontingensi jika sewaktu-waktu evakuasi WNI dilakukan.
Menlu Sugiono meminta seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul gelombang demonstrasi besar yang tengah melanda negara tersebut.
DUNIA tengah menyoroti ketegangan yang kian meruncing antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat.
Donald Trump, Selasa (13/1) mengatakan bahwa AS siap mengambil “tindakan yang sangat keras” jika laporan mengenai rencana Iran untuk mengeksekusi para pengunjuk rasa terbukti benar.
Video terverifikasi mengungkap skala mengerikan tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran. Jenazah menumpuk di rumah sakit meski internet diputus total.
Korban tewas protes Iran lampaui 5.100 jiwa. AS kirim armada tempur USS Abraham Lincoln saat militer Iran siaga tempur.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam represi kekerasan terhadap demonstran di Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved