Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump saat ini sedang mengkaji serangkaian opsi militer terhadap Iran menyusul aksi protes mematikan yang mengguncang negara tersebut. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas ancaman Trump sebelumnya untuk menyerang rezim Iran jika mereka menggunakan kekuatan mematikan terhadap warga sipil.
Dua pejabat AS mengungkapkan kepada CNN, Trump telah menerima pengarahan mengenai berbagai rencana intervensi. Fokus utama dari opsi yang diajukan adalah menargetkan aparat keamanan Tehran yang digunakan untuk menumpas para pengunjuk rasa.
Meski opsi militer dipertimbangkan, terdapat kekhawatiran di internal pemerintahan bahwa serangan langsung bisa menjadi bumerang. Para pejabat khawatir tindakan militer AS justru akan memicu sentimen nasionalisme yang menyatukan rakyat Iran untuk mendukung pemerintah mereka sendiri, atau memicu pembalasan militer dari Tehran.
Sebagai alternatif, Trump juga mempertimbangkan opsi di luar serangan fisik untuk menekan rezim tanpa harus memicu perang terbuka. Strategi ini mencakup operasi siber guna melumpuhkan komunikasi militer Iran, sanksi ekonomi baru di sektor energi dan perbankan, hingga penyediaan teknologi satelit seperti Starlink untuk membantu pengunjuk rasa menembus pemblokiran internet.
"Iran sedang menatap KEBEBASAN, mungkin lebih dari sebelumnya," tulis Trump di media sosial pada Sabtu lalu. "Amerika Serikat siap membantu!!!"
Menanggapi ancaman tersebut, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa pangkalan militer dan aset komersial AS akan menjadi target sah jika Washington melakukan intervensi.
“Jika AS mengambil tindakan militer terhadap Iran atau wilayah pendudukan, pusat-pusat militer dan pengiriman AS akan dianggap sebagai target yang sah,” tegas Qalibaf. Ia menambahkan, “Kami tidak membatasi diri hanya untuk bereaksi setelah suatu tindakan diambil.”
Hingga saat ini, Trump belum mengambil keputusan final, namun ia terus memantau situasi seiring meningkatnya jumlah korban. Berdasarkan data dari Human Rights Activists in Iran (HRA), sedikitnya 490 pengunjuk rasa tewas dan 10.675 orang ditangkap, termasuk 169 anak-anak, dalam 15 hari terakhir.
Trump menegaskan bahwa intervensi AS tidak akan melibatkan pengiriman pasukan darat (boots on the ground).
“Saya telah menyatakan dengan sangat tegas bahwa jika mereka mulai membunuh orang seperti yang mereka lakukan di masa lalu, kami akan terlibat,” ujar Trump dalam pertemuan dengan para eksekutif perminyakan pada Jumat lalu. “Dan itu tidak berarti pasukan di darat, tetapi itu berarti menghantam mereka dengan sangat, sangat keras di tempat yang menyakitkan.”
Di sisi lain, sekutu AS seperti Israel menyatakan sedang memantau situasi dengan saksama. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dijadwalkan mengadakan konsultasi keamanan terbatas pada Minggu malam guna membahas perkembangan di Iran dan Libanon. (CNN/Z-2)
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa militer Iran kini jauh lebih siap menghadapi konflik bersenjata dibandingkan medio Juni lalu.
Menlu Iran Abbas Araghchi nyatakan siap dialog dengan AS jika setara, namun tegas menolak negosiasi di bawah ancaman militer dan enggan bahas program rudal.
MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan kesiapan penuh militer AS menghadapi Iran, di tengah meningkatnya ketegangan.
IRAN memperkuat kemampuan militernya dengan mengintegrasikan 1.000 drone tempur baru ke dalam angkatan bersenjata, di tengah meningkatnya ketegangan dan ancaman serangan AS.
Donald Trump mendesak Teheran segera berunding untuk mencapai kesepakatan baru terkait senjata nuklir atau bersiap menghadapi serangan dari AS.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
Video terverifikasi mengungkap skala mengerikan tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran. Jenazah menumpuk di rumah sakit meski internet diputus total.
Korban tewas protes Iran lampaui 5.100 jiwa. AS kirim armada tempur USS Abraham Lincoln saat militer Iran siaga tempur.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam represi kekerasan terhadap demonstran di Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved