Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Trump Nyatakan AS Siap Bantu di Tengah Gelombang Demonstrasi Iran

Ferdian Ananda Majni
11/1/2026 10:34
Trump Nyatakan AS Siap Bantu di Tengah Gelombang Demonstrasi Iran
Presiden AS Donald Trump menyatakan kesiapan membantu rakyat Iran di tengah demonstrasi besar dan krisis politik, sambil melontarkan peringatan keras ke Teheran.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesiapan AS untuk membantu di tengah gelombang demonstrasi besar yang melanda Iran. Trump menyebut rakyat negara itu tengah berjuang meraih kebebasan di tengah krisis ekonomi dan politik yang kian memburuk.

"Iran sedang mencari kebebasan, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!" tulis Trump melalui media sosial Truth Social dikutip AFP, Minggu (11/1)

Meski demikian, Trump tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk bantuan yang dimaksud. Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah ia menyebut Iran berada dalam masalah besar dan kembali melontarkan peringatan keras bahwa dirinya dapat memerintahkan serangan militer.

Aksi unjuk rasa berskala besar telah berlangsung di berbagai wilayah Iran dalam beberapa waktu terakhir. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Jumat (9/1) menegaskan Republik Islam Iran tidak akan mundur menghadapi gelombang protes yang telah berlangsung hampir dua pekan.

Para demonstran terlihat memenuhi kota-kota besar dengan meneriakkan slogan-slogan seperti matilah diktator serta membakar sejumlah gedung resmi. Aksi ini menunjukkan penentangan terbuka terhadap kepemimpinan Iran.

Untuk meredam meluasnya demonstrasi, otoritas Iran memutus akses internet secara nasional. Kelompok pemantau internet NetBlocks melaporkan melalui media sosial X bahwa jaringan internet terputus total di seluruh negeri sejak Kamis sore waktu setempat. 

Langkah ini dinilai sebagai taktik yang kerap digunakan pemerintah Iran dalam menghadapi protes. Langkah ini dilakukan mencegah meluasnya kerusuhan dan tersebarnya rekaman kekerasan ke luar negeri.

Aksi protes awalnya dipicu memburuknya kondisi ekonomi, termasuk melonjaknya inflasi dan anjloknya nilai mata uang Iran terhadap dolar AS. Namun, seiring waktu, demonstrasi tersebut berkembang menjadi tuntutan politik. Di Teheran dan kota-kota lain, massa mulai meneriakkan slogan-slogan yang secara langsung menentang Khamenei.

Trump sebelumnya juga menyinggung situasi di Iran dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih usai bertemu para eksekutif perusahaan minyak AS.

"Menurut saya, rakyat sedang menguasai beberapa kota yang beberapa minggu lalu tidak pernah terpikirkan sebelumnya," sebut Trump.

Trump kembali mengulangi peringatannya kepada otoritas Iran agar tidak menembaki para demonstran. Ia menegaskan bahwa AS memantau situasi dengan sangat cermat.

"Kami akan terlibat. Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka," tegas Trump.

Namun, ia segera menambahkan bahwa pernyataan tersebut tidak berarti akan ada pengerahan pasukan darat. Trump juga menyebut gelombang protes di Iran sebagai sesuatu yang luar biasa dan menakjubkan untuk disaksikan. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya