Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Rusia secara resmi menyatakan dukungan dan solidaritas terhadap langkah pemerintah Venezuela dalam melindungi kedaulatan negara. Pernyataan itu muncul menyusul dinamika politik besar di negara Amerika Selatan tersebut, yakni pelantikan Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.
Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Selasa (6/1), Moskow menegaskan posisi diplomatiknya di tengah gejolak yang sedang berlangsung.
Rusia memandang langkah yang diambil Rodriguez sebagai upaya krusial untuk menjaga kepentingan nasional Venezuela.
"Kami menegaskan kembali solidaritas Rusia yang tak tergoyahkan dengan rakyat dan pemerintah Venezuela," tulis pernyataan resmi Kemlu Rusia.
Selain menyatakan dukungan politik, kementerian tersebut juga mendoakan kesuksesan Rodriguez dalam menavigasi berbagai tantangan berat yang kini dihadapi oleh negaranya.
Rusia juga menggarisbawahi pentingnya stabilitas di kawasan Amerika Latin. Dalam pernyataannya, Moskow mendorong adanya deeskalasi krisis melalui jalur dialog yang menghormati norma hukum internasional, terutama yang termaktub dalam Piagam PBB.
Bagi Rusia, campur tangan pihak asing dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas regional.
"Amerika Latin dan Karibia harus tetap menjadi kawasan damai. Pembangunan berdaulat negara-negara di kawasan tersebut harus dijamin," tegas Kemlu Rusia.
Pihak Rusia juga menambahkan bahwa masa depan Venezuela sepenuhnya berada di tangan rakyatnya sendiri.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa, "Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang merusak."
Perubahan kepemimpinan di Venezuela ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan, resmi dilantik menjadi presiden sementara pada Senin (5/1).
Pelantikan Rodriguez merupakan imbas langsung dari eskalasi militer yang terjadi pada akhir pekan sebelumnya.
Pada Sabtu (3/1/2026), Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer "skala besar" di wilayah Venezuela. Operasi tersebut berakhir dengan penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS, yang memicu kekosongan kekuasaan sebelum akhirnya diisi oleh Rodriguez.
Hingga saat ini, posisi Rusia tetap konsisten untuk berdiri di samping pemerintahan baru di bawah Rodriguez, sembari terus menyuarakan penolakan terhadap intervensi militer asing di wilayah tersebut. (Ant/Z-1)
Zakharova menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional dan menekankan bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Trump panik harga minyak melonjak akibat perang Iran-Israel. Washington berencana cabut sanksi negara penghasil minyak demi stabilkan pasar dan pasokan global.
Rosatom evakuasi ratusan pekerja dan keluarga dari PLTN Bushehr, Iran. Pembangunan Unit 2 dan 3 dihentikan sementara akibat situasi keamanan yang kian membahayakan.
Venezuela dan AS sepakat bekerja sama mengembangkan sektor pertambangan. Reformasi hukum disiapkan untuk menarik perusahaan raksasa tambang global.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Pemerintah Venezuela memperketat pengawasan pasca penangkapan Maduro. Warga kini takut bicara politik di WhatsApp dan terpaksa gunakan bahasa kode.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez dijadwalkan mengunjungi AS. Trump prioritaskan akses minyak di tengah ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved