Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Rusia secara resmi menyatakan dukungan dan solidaritas terhadap langkah pemerintah Venezuela dalam melindungi kedaulatan negara. Pernyataan itu muncul menyusul dinamika politik besar di negara Amerika Selatan tersebut, yakni pelantikan Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.
Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Selasa (6/1), Moskow menegaskan posisi diplomatiknya di tengah gejolak yang sedang berlangsung.
Rusia memandang langkah yang diambil Rodriguez sebagai upaya krusial untuk menjaga kepentingan nasional Venezuela.
"Kami menegaskan kembali solidaritas Rusia yang tak tergoyahkan dengan rakyat dan pemerintah Venezuela," tulis pernyataan resmi Kemlu Rusia.
Selain menyatakan dukungan politik, kementerian tersebut juga mendoakan kesuksesan Rodriguez dalam menavigasi berbagai tantangan berat yang kini dihadapi oleh negaranya.
Rusia juga menggarisbawahi pentingnya stabilitas di kawasan Amerika Latin. Dalam pernyataannya, Moskow mendorong adanya deeskalasi krisis melalui jalur dialog yang menghormati norma hukum internasional, terutama yang termaktub dalam Piagam PBB.
Bagi Rusia, campur tangan pihak asing dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas regional.
"Amerika Latin dan Karibia harus tetap menjadi kawasan damai. Pembangunan berdaulat negara-negara di kawasan tersebut harus dijamin," tegas Kemlu Rusia.
Pihak Rusia juga menambahkan bahwa masa depan Venezuela sepenuhnya berada di tangan rakyatnya sendiri.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa, "Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang merusak."
Perubahan kepemimpinan di Venezuela ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan, resmi dilantik menjadi presiden sementara pada Senin (5/1).
Pelantikan Rodriguez merupakan imbas langsung dari eskalasi militer yang terjadi pada akhir pekan sebelumnya.
Pada Sabtu (3/1/2026), Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer "skala besar" di wilayah Venezuela. Operasi tersebut berakhir dengan penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS, yang memicu kekosongan kekuasaan sebelum akhirnya diisi oleh Rodriguez.
Hingga saat ini, posisi Rusia tetap konsisten untuk berdiri di samping pemerintahan baru di bawah Rodriguez, sembari terus menyuarakan penolakan terhadap intervensi militer asing di wilayah tersebut. (Ant/Z-1)
Tahun ini, Moscow Fashion Week bukan sekadar pameran gaya, melainkan manifestasi dari pergeseran industri mode yang kini lebih menonjolkan identitas budaya.
Namun, dirinya menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Rusia terbuka untuk mendiskusikan terkait pembelian minyak dari Rusia.
Militer Ukraina sebut kerugian personel Rusia capai 1,29 juta jiwa per Maret 2026. Analis independen CSIS perkirakan rasio korban Rusia banding Ukraina capai 2,5 banding 1.
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Venezuela dan AS sepakat bekerja sama mengembangkan sektor pertambangan. Reformasi hukum disiapkan untuk menarik perusahaan raksasa tambang global.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Pemerintah Venezuela memperketat pengawasan pasca penangkapan Maduro. Warga kini takut bicara politik di WhatsApp dan terpaksa gunakan bahasa kode.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved