Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNYATAAN Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio yang menyebut penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai "operasi penegakan hukum" dan bukan "invasi" telah membuka kotak pandora dalam hukum internasional.
Dengan menegaskan bahwa operasi tersebut tidak memerlukan persetujuan Kongres karena bersifat "presisi" dan "singkat," Rubio mencoba menciptakan standar baru dalam tindakan eksekutif AS di luar negeri.
Namun, di balik retorika "penegakan hukum" tersebut, terdapat benturan prinsip yang sangat mendasar:
1. Reinterpretasi Konstitusi AS
Secara domestik, Rubio sedang berupaya menghindari War Powers Resolution tahun 1973. Dengan melabeli serangan Delta Force sebagai tindakan polisi, pemerintahan Trump mencoba melakukan bypass terhadap otoritas Kongres untuk menyatakan perang.
Argumennya sederhana namun berbahaya: Jika operasi berakhir dalam hitungan jam, itu bukan perang. Jika targetnya adalah seorang individu yang didakwa secara kriminal, itu bukan agresi terhadap sebuah negara.
2. Yurisdiksi Lintas Batas vs. Kedaulatan
Secara internasional, argumen Rubio menantang konsep kedaulatan wilayah yang diatur dalam Piagam PBB. Menangkap seorang kepala negara yang sedang menjabat di ibu kotanya sendiri dengan kekuatan militer asing sulit diterima sebagai sekadar "penegakan hukum."
Jika logika Rubio diterima—bahwa status buronan di satu negara memberikan hak bagi negara tersebut untuk melakukan ekstraksi paksa tanpa izin—batas-batas negara menjadi tidak relevan. Dunia akan beralih dari hukum diplomatik menuju hukum rimba saat kekuatan militer menjadi pelaksana surat perintah penangkapan domestik.
3. Dampak Kemanusiaan yang Nyata
Label "operasi presisi" yang digunakan Rubio juga kontradiktif dengan laporan lapangan. Tewasnya 40 orang, termasuk warga sipil, menunjukkan bahwa penegakan hukum ini memiliki dampak kerusakan yang setara dengan pertempuran militer skala kecil.
Dalam konteks hukum internasional, sulit untuk mengabaikan korban jiwa tersebut hanya karena operasi berakhir dalam waktu singkat.
Langkah AS ini merupakan preseden yang sangat ekstrem. Jika Dewan Keamanan PBB menerima argumen "penegakan hukum" ini, kita sedang memasuki era baru di mana kedaulatan nasional dapat dikesampingkan demi penangkapan individu.
Namun, jika dunia melihatnya sebagai invasi terselubung, AS harus siap menghadapi konsekuensi hukum internasional yang panjang.
Rubio mungkin berhasil meyakinkan basis politiknya bahwa ini bukan invasi, namun bagi dunia internasional, perbedaan antara "serangan militer" dan "penegakan hukum bersenjata" mungkin hanyalah permainan kata-kata di tengah hilangnya nyawa manusia. (Z-1)
BADAI musim dingin berskala besar yang melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) sepanjang akhir pekan menyebabkan sedikitnya 30 orang meninggal dunia.
Penarikan sebagian agen ICE dilakukan menyusul penembakan Alex Pretti, 37, seorang perawat di Minneapolis, Minnesota, hingga oleh agen federal pada Sabtu lalu.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai mengubah pendekatannya menyusul gelombang kecaman nasional atas penembakan Alex Pretti di Minneapolis yang melibatkan aparat ICE.
SUASANA duka bercampur kemarahan menyelimuti jalan-jalan Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS), setelah penembakan terhadap seorang perawat Alex Pretti oleh aparat federal ICE.
Badai musim dingin dahsyat di Amerika Serikat telah merenggut sedikitnya 20 nyawa. Suhu beku diprediksi terus bertahan saat badai baru mulai mengintai.
PENEMBAKAN warga negara Amerika Serikat oleh Agen Patroli Perbatasan di Minneapolis kembali memicu kemarahan publik.
Drama di Capitol Hill berakhir dengan kemenangan Donald Trump. Republikan gagalkan resolusi pembatasan wewenang militer di Venezuela lewat suara penentu JD Vance.
Presiden AS Donald Trump pertimbangkan serangan udara ke Iran menyusul tindakan keras rezim terhadap pengunjuk rasa.
AMERIKA Serikat mungkin harus membayar hingga US$700 miliar atau sekitar Rp12 ribu triliun jika ingin mencapai tujuan Presiden Donald Trump untuk membeli Greenland.
Donald Trump mengancam akan menghentikan total pasokan minyak dan uang dari Venezuela ke Kuba. Trump mendesak Havana segera bernegosiasi sebelum terlambat.
Setelah salah satu ajudan utama Trump pada Selasa mengatakan bahwa AS mungkin bersedia merebut Greenland dengan kekuatan militer, para pemimpin Eropa bersatu mendukung Denmark
Administrasi Trump ajukan tuntutan keras kepada Venezuela, termasuk pemutusan hubungan dengan sekutu asing dan kontrol penuh AS atas cadangan minyak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved