Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Rusia Rilis Video Drone yang Diklaim Serang Kediaman Putin

Dhika Kusuma Winata
31/12/2025 20:45
Rusia Rilis Video Drone yang Diklaim Serang Kediaman Putin
Ilustrasi(AFP/ALEXANDER KAZAKOF)

KEMENTERIAN Pertahanan Rusia pada Rabu waktu setempat merilis sebuah video yang memperlihatkan puing drone di wilayah barat laut Rusia. Moskow mengklaim drone tersebut diluncurkan Ukraina dan menargetkan kediaman Presiden Vladimir Putin.

Video yang direkam dalam kondisi minim cahaya itu menunjukkan sebuah drone rusak tergeletak di atas salju di area berhutan. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut serangan tersebut sebagai aksi yang terarah, direncanakan secara matang, dan dilakukan dalam beberapa tahap.

Tuduhan itu muncul tak lama setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Florida. 

Pemerintah Ukraina menilai klaim Rusia sebagai rekayasa yang bertujuan memanipulasi proses perdamaian. Uni Eropa juga menilai publikasi video tersebut sebagai upaya untuk menggagalkan langkah-langkah menuju perdamaian.

Meski demikian, Moskow tetap menyebut insiden tersebut sebagai aksi terorisme sekaligus serangan personal terhadap Presiden Putin.

Pemerintah Rusia menyatakan tuduhan ini akan membuat sikap Moskow semakin keras dalam perundingan terkait perang di Ukraina.

Rusia mengklaim serangan terjadi pada malam hari di salah satu kediaman Putin di wilayah Novgorod. Namun, Kremlin tidak mengungkapkan lokasi keberadaan Putin saat kejadian dengan alasan keamanan, mengingat informasi mengenai kediaman presiden biasanya dirahasiakan ketat.

Kementerian Pertahanan menyebut serangan dimulai sekitar pukul 19.00 waktu setempat pada 28 Desember dan melibatkan peluncuran drone secara massal meski tidak ada kerusakan pada rumah Putin.

Selain video puing drone, Rusia juga merilis rekaman seorang pria yang diklaim sebagai saksi mata dan warga lokal dari permukiman Roshchino.

Namun, lembaga pemantau konflik yang berbasis di Amerika Serikat, Institute for the Study of War (ISW), menyatakan tidak menemukan bukti pendukung atas klaim Rusia.

ISW menilai tidak ada rekaman atau laporan independen yang lazim muncul setelah serangan jarak jauh Ukraina untuk menguatkan tudingan Kremlin mengenai ancaman terhadap kediaman Putin di Novgorod.

Sejumlah pejabat Rusia pun menyatakan dukungan penuh kepada Putin sejak klaim tersebut disampaikan. Presiden Rusia, yang telah berkuasa sejak Desember 1999, dalam beberapa pekan terakhir kembali menegaskan niat Moskow untuk merebut seluruh wilayah Ukraina yang telah diklaim sebagai bagian dari Rusia jika jalur diplomasi gagal. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya