Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Zelensky: Pernyataan Putin Tunjukkan Rusia tidak Berniat Akhiri Perang

Ferdian Ananda Majni
18/12/2025 14:31
Zelensky: Pernyataan Putin Tunjukkan Rusia tidak Berniat Akhiri Perang
Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022).(Xinhua)

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu memperingatkan bahwa Rusia tengah bersiap membuka babak baru konflik dengan menjadikan 2026 sebagai tahun perang berikutnya. 

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan Moskow pasti akan mencapai seluruh tujuannya dalam perang di Ukraina.

"Hari ini, kita mendengar sinyal lain dari Moskow bahwa mereka sedang bersiap untuk menjadikan tahun depan sebagai tahun perang," kata Zelensky dalam pidato rutinnya pada malam hari.

Pernyataan tersebut merupakan respons langsung terhadap pidato Putin sebelumnya, yang menyatakan Rusia tidak akan mundur dari ambisinya, termasuk menguasai wilayah Ukraina yang diklaim sebagai bagian dari Rusia. 

Sikap keras Moskow itu muncul di tengah berbagai upaya diplomasi internasional untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.

"Tujuan operasi militer khusus pasti akan tercapai," kata Putin dalam pertemuan dengan pejabat Kementerian Pertahanan Rusia di Moskow, menggunakan istilah Kremlin untuk menyebut perang di Ukraina.

"Kami lebih memilih untuk melakukan ini dan menghilangkan akar penyebab konflik melalui diplomasi," ujarnya, seraya menambahkan bahwa Rusia akan merebut wilayah Ukraina yang diklaim telah dianeksasi dengan cara militer jika negara lawan dan para pendukung asingnya menolak untuk terlibat dalam diskusi substantif.

Pernyataan Putin disampaikan di saat Ukraina, pada Senin (15/12), menyatakan adanya kemajuan dalam pembahasan jaminan keamanan jangka panjang bagi Kyiv. 

Kemajuan itu diklaim dicapai setelah dua hari perundingan dengan utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Berlin.

Namun, Zelensky menegaskan masih terdapat perbedaan mendasar, khususnya terkait wilayah yang diharapkan Rusia untuk diserahkan Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Usulan awal Washington, yang dikritik Kyiv dan sejumlah sekutunya karena dianggap terlalu menguntungkan Rusia, disebut mencakup penarikan Ukraina dari wilayah Donetsk di timur, serta pengakuan de facto Amerika Serikat atas Donetsk, Krimea dan Lugansk sebagai wilayah Rusia.

Zelensky di KTT Uni Eropa

Rincian terbaru dari rencana revisi tersebut hingga kini belum dipublikasikan. Kremlin sebelumnya menyatakan masih menunggu informasi resmi dari Washington terkait hasil perundingan di Berlin.

"Kami berharap, segera setelah mereka siap, rekan-rekan Amerika kami akan memberi tahu kami tentang hasil kerja mereka dengan Ukraina dan Eropa," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

Rusia pada September 2022 mengklaim telah secara resmi mencaplok Zaporizhzhia, Donetsk, Lugansk, dan Kherson, meski pasukan Rusia tidak sepenuhnya menguasai seluruh wilayah tersebut secara militer.

Zelensky dijadwalkan menghadiri KTT Uni Eropa di Brussels pada Kamis (18/12) untuk mendorong para pemimpin Eropa mengadopsi rencana penggunaan aset Rusia yang dibekukan guna mendukung pertahanan Ukraina.

Dalam pidato malamnya, Zelensky menegaskan bahwa sinyal agresif dari Putin tidak hanya ditujukan kepada Ukraina.

"Penting bagi mitra kita untuk melihat ini, dan penting juga agar mereka tidak hanya melihatnya tetapi juga merespons, termasuk mitra kita di Amerika Serikat, yang sering mengatakan bahwa Rusia konon ingin mengakhiri perang," katanya, seraya menuding Moskow berupaya melemahkan proses diplomasi yang sedang berjalan. (NDTV/Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik